Sabda Bina Umat – Jum’at, 14 Desember 2018

  • on 14/12/2018

Sabda Bina Umat – Jum’at, 14 Desember 2018

Renungan Pagi
KJ. 400 :1,2 – Berdoa

SAYA ORANG BERHUTANG
Roma 13 : 8 -10

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi (ayat 8)

Kalimat: “Saya orang berhutang”, diucapkan Alm. LetJen (Purn) Dr. T.B.Simatupang dalam satu tulisannya. Saat membacanya, kami berpikir bahwa beliau mengidentikkan dirinya sebagai manusia Indonesia yang saat itu terlilit hutang negara yang amat banyak. Ternyata, bukan demikian. Ia mengambil Roma 13 : 8 sebagai identifikasinya tentang firman : Janganlah kamu berhutang!. Mengapa kasih akan sesama disebut sebagai suatu hutang? Karena kita, orang percaya senantiasa berdiri sebagai orang berhutang tatkala berhadapan dengan Kristus yang memberikan kasih-Nya yang tak terhingga kepada kita. Satu-satunya cara kita membayar hutang kita itu adalah dengan cara mengasihi sesama manusia. Prinsip bisnis diterapkan dalam prinsip percaya atau beriman, hebat bukan? Tetapi jangan lupa bahwa prinsip memberikan korban persembahan dalam ibadah Israel juga mempunyai perhitungan yang berakhir pada penghapusan hutang atau kesalahan mereka. Kata hutang bahkan muncul dalam Doa Bapa Kami, diterjemahkan sebagai kesalahan.

Mari kita sadari posisi kita, orang percaya, yang sedemikian. Kita sadar bahwa sampai kapan pun, semua perbuatan kasih akan sesama yang kita lakukan tidak akan dapat menyamai besar kasih Kristus akan kita, umat manusia. Apabila kita coba membuat neraca perimbangannya, maka kita akan dapati, kasih-Nya tetap jauh lebih besar dari pada kasih kita. Kita harus bersedia berperang melawan semua bentuk egoisme, pementingan diri dan kelompok, diskriminasi SARA, dan semua bentuk kebencian denominasi dan semua rasa permusuhan yang tersembunyi yang senantiasa kita ingkari. Kita harus saling mengasihi, titik.

Semua tindak kejahatan yang berujung pidana dan kejahatan yang coba disembunyikan dengan dalih agama, terkategorikan sebagai tindak tidak mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Memang perlu kita bayangkan apabila kita menjadi korban kejadian itu, berat bukan? Jangan memfitnah dan menghakimi. Jadilah orang terhormat, kembangkanlah kemampuan diri sendiri.

Doa : (Aku adalah orang berhutang pada kasih-Mu yang besar ya Tuhan. Bimbing aku mengasihi Tuhan dan sesama secara luas)

H.J/SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019