Sabda Bina Umat – Jumat, 23 November 2018

  • on 23/11/2018

Sabda Bina Umat – Jumat, 23 November 2018

Renungan Malam
KJ. 466 : 1,2 – Berdoa
WAKTU DAN KERJA
Pengkhotbah 3 : 7 – 11

7. ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
8. ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
9. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
10. Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

“…melelahkan dirinya” (ay. 10)

Realitas kehidupan dimana segala sesuatu ada waktunya menuntut kita untuk menanggapi semua peristiwa yang terjadi. Waktu berbicara tentang kehidupan. Kehidupan berbicara tentang apa yang akan dilakukan; apa yang akan kita kerjakan sebagai tanggapan atas peristiwa yang terjadi, sebagai sesuatu yang akan dilihat oleh Allah (3:10).
Pengkhotbah memahami pekerjaan yang dilakukan manusia diberikan oleh Allah dan itu melelahkan. Mesti demikian Allah membuat segala sesuatu indah (baik) pada waktunya. Tetapi bukan hanya kita yang bekerja, Allah pun bekerja namun manusia tidak dapat memahami pekerjaan Tuhan. Pengertian manusia seringkali terbatas dan mustahil dapat dipahami sepenuhnya. Kita tidak dapat berkomentar banyak ketika gunung berapi dengan ledakannya mengakibatkan kematian banyak orang dan melenyapkan harta benda dalam sekejap.
Sebagai umat Tuhan, sudah seharusnya kita bersyukur untuk waktu yang sedemikian berharga untuk digunakan bagi pengembangan kualitas kehidupan yang berkenan bagi Allah. Mungkin kerja itu melelahkan tetapi bisa juga menyenangkan karena baik hasilnya. Tugas kita adalah melakukan apa yang Tuhan berikan bagi kita dalam setiap waktu dalam kehidupan. Sedangkan untuk mencari maksud Allah dalam setiap peristiwa dan karya Allah yang ada di dalamnya biarlah Allah yang akan membuka maknanya. Jika Allah belum memberi maknanya itu tidak berarti kita berhenti bekerja. Dalam proses perjalanan hidup, kita diharapkan untuk mengerti bahwa kehendak Allah tidak bisa diabaikan. Kita menjadi rendah hati dan tahu untuk mengucap syukur dalam suka dan duka kehidupan. Kita meyakini bahwa segala perkara yang Tuhan nyatakan itu baik dan Allah itu baik bagi mereka yang mengasihi Tuhan Yesus.

Doa: (Berikan kami kekuatan saat dalam kelemahan dan berikan kami sukacita saat datang dukacita)

S.S / SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018