Sabda Bina Umat – Jum’at, 30 November 2018

  • on 30/11/2018

Sabda Bina Umat – Jum’at, 30 November 2018

Renungan Pagi
GB.215 : 1 – Berdoa

NYATAKAN KEBAIKAN TUHAN
2 Timotius 1 : 13 -18

1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
1:15 Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes.
1:16 Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.
1:17 Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku.
1:18 Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

“Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.” (ayat 16)

Percaya kepada Injil atau firman Allah memang harus bersedia dengan rendah hati untuk menderita dengan penuh kesabaran. Paulus pada bacaan hari ini mengajak Timotius agar memperhatikan ajaran yang dia sampaikan, dan lakukanlah itu dengan kasih (ayat 13-14), karena telah banyak orang yang menyimpang dari ajaran Kristus, termasuk Figelus dan Hermogenes (ayat 15)

Rasul Paulus tidak berkata bahwa mereka telah berpaling dari ajaran Kristus (meskipun tampaknya memang seperti itu), tetapi bahwa mereka telah berpaling darinya. Mereka mengkhianatinya, dan tidak mengakuinya ketika ia dilanda kesesakan. Paulus menyebut Onesiforus sebagai seseorang yang tetap setia kepadanya: ia telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku ketika di dalam penjara (ayat 16). Ia baik terhadap Paulus bukan sekali dua kali, tetapi berulang kali. Bukan hanya ketika Paulus berada di Efesus di antara teman-temannya sendiri, melainkan juga ketika Onesiforus berada di Roma. Ia sudah berusaha mencari Paulus dengan sangat tekun, dan menemuinya (ayat 17).

Pelajaran dari Onesiforus adalah orang baik akan mencari kesempatan untuk berbuat baik, dan tidak akan menolak kesempatan kapan pun dan siapa saja yang datang. Paulus membalasnya dengan doanya : Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepada Onesiforus (ayat 18). Pelajaran dari Paulus, memperhatikan pesan Injil yang diberitakan tidak kalah penting bahkan setara dengan tindakan memberitakan Injil itu sendiri. Paulus berdoa agar kasih Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati Onesiforus untuk semakin melayani dengan luar biasa dan menjadi berkat bagi banyak orang. Mereka yang bertindak seperti Onesiforus selalu membawa sukacita dan kesegaran bagi hamba Tuhan sebab melayani dengan tulus.

Doa : ( Bimbing kami Tuhan untuk selalu menjalani hidup dengan baik yang kami persembahkan kepada-Mu )

E.M/SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018