Sabda Bina Umat – Jumat, 30 November 2018

  • on 30/11/2018

Sabda Bina Umat – Jumat, 30 November 2018

Renungan Malam
GB.63 : 1 – Berdoa
BELAJAR BIJAK DARI KEHIDUPAN
2 Timotius 2 : 1 – 7

1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
3. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
4. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
6. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
7. Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (ay. 3)

 

Nasihat Paulus kepada Timotius agar tetap kuat dan bertekun dalam menjalani dan menghadapi pelayanan. Bagaimana caranya? Dengan ikut menanggung penderitaan sebagai prajurit-prajurit Kristus. Memperlihatkan dan mengikuti peraturan, supaya ia sendiri mematuhi aturan-aturan dalam peperangan seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan hidupnya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Ia juga harus bersedia menunggu dan bersabar menantikan hasil, seperti seorang petani (ay.6) sebagaimana seharusnya ayat itu diartikan, seorang petani yang bekerja keras haruslah yang lebih dahulu menikmati hasil usahanya. Timotius harus menjadi contoh sekaligus mengajar dan melatih orang-orang lain untuk melayani (“Percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain”). Orang-orang yang akan Timotius percayakan untuk melayani haruslah orang yang setia.
Ada seorang guru ketika ditanya muridnya, tentang maksa hidup. Guru selalu menjawab: “tidak tahu”. Semua murid yang ada disitu terkejut karena mengetahui guru mereka ternyata tidak sebijak yang mereka kira. Dengan suara tenang, sang Guru berkata lagi “Bagaimana pendapatmu andai kata ada seseorang menawarkan buah kepadamu, namun menguyahkannya dahulu kepadamu? Bagaimana kamu bisa memahami sifat kehidupan dan makna hidup jika kamu sendiri belum pernah merasakannya? Tak seorang pun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri. Guru pun tidak bisa. Sebaiknya kamu memakan makananmu sendiri daripada hanya mengira-ngira rasanya.”
Seorabg yang dewasa akan tahu tentang tujuan hidupnya dan memaknai hidup dengan benar, sehingga dia tidak akan bertanya lagi tentang apa yang ia harus lakukan dan terlebih oleh kebijaksanaan yang datangnya dari Tuhan. Karena Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Maz 119:105)

Doa: (Ya Tuhan ajar kami menyenangi firman-mu serta melakukannya dalam hidup sehari-hari)

E.M / SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018