Sabda Bina Umat – Jumat, 7 Desember 2018

  • on 07/12/2018

Sabda Bina Umat – Jumat, 7 Desember 2018

Renungan Malam
GB.125 : 1,2 – Berdoa
SIAP DIBENTUK
Yesaya 41: 11-16

11. Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis!
12. Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
13. Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.
14. Mereka sudah mati, tidak akan hidup pula, sudah menjadi arwah, tidak akan bangkit pula; sesungguhnya, Engkau telah menghukum dan memunahkan mereka, dan meniadakan segala ingatan kepada mereka.
15. Ya TUHAN, Engkau telah membuat bangsa ini bertambah-tambah, ya, membuat bertambah-tambah umat kemuliaan-Mu; Engkau telah sangat memperluas negerinya.
16. Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.

“Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorai di dalam TUHAN bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel”

(ay. 16)

Untuk mendapkan pasir yang akan digunakan sebagai bahan bangunan, maka seseorang tukang bangunan akan menyaring pasir tersebut dan memisahkan antara batu-batu kerikil serta kotoran lainnya yang tidak berguna akan dibuang.
Kitab Yesaya berisi nubuatan tehadap umat Israel, nubuat Yesaya menginsafkan serta menghibur dalma kesusahan. Ada dua kesusahan besar yang menimpa umat Israel pada saat itu, yaitu: penyerbuan Sanherib, Raja Asyur, yang terjadi pada zaman Yesaya sendiri, dan penawanan di Babel, yang terjadi lama sesudah nubuat Yesaya ini. Dan nubuat-nubuat ini kemudian digenapi dalam Kitab Injil. Misalnya mengenai kelahiran mesias dari seorang perawan(ps.7) dan semua penderitaan-Nya(ps.53). Bagian awal kitab ini banyak berkenaan dengan kecaman-kecaman mengenai dosa dan ancaman penghakiman. Sedangkan bagian akhirnya penuh dengan kata-kata keras dan kata-kata penghiburan. Cara speerti ini dipakai oleh Roh Kristus pada waktu dulu melalui para nabi, dan masih dipakai-Nya terus sampai sekarang, dengan pertama-tama menginsafkan hati, kemudian membentuknya menjadi umat baru yang percaya dan melakukan kehendak dan perintah-Nya. Umat perjanjian baru yang akan mmeberitakan atau menyaksikan kabar keselamatan bagi bangsa-bangsa sehingga mereka diselamatkan dan percaya kepada Kristus, menjadi umat milik-Nya sendiri.

Doa: (Kuatkanlah kami sebagai umat-Mu ketika kami diuji dan dibentuk menjadi anak-anak Allah yang setia dan memiliki iman yang murni untuk melayani Tuhan)

S.dn /Iph
Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019