Sabda Bina Umat – Jumat, 9 November 2018

  • on 09/11/2018

Sabda Bina Umat – Jumat, 9 November 2018

Renungan Malam
GB 255 : 1 – Berdoa
TUHAN TAHU YANG TERBAIK BAGI UMAT-NYA
Yeremia 29 : 8 – 15

8. Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan!
9. Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN.
10. Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
11. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
12. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
13. apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
14. Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --
15. Memang kamu berkata: TUHAN telah membangkitkan nabi-nabi bagi kami di Babel. --

“Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu..” (ay. 11)

Lingkungan dapat membawa pengaruh positif dan negatif bagi seseorang ketika sedang berproses dalam kehidupan. Besarnya pengaruh itu sangat ditentukan oleh tingkat kedewasaan seseorang. Apakah yang baik lebih dominan memengaruhi, sehingga ia menjadi baik atau sebaiknya tidak baik sehingga memengaruhi menjadi seseorang yang tidak baik. Dalam hal ini, tingkat kedewasaan otak, spiritualitas dan emosinya. Ad orang menjadi bijak karena lingkungannya, tetapi juga ada yang menjadi bodoh, karena lingkungannya. Lingkungan yang dimaksud adalah manusia dan alam.
Umat Tuhan di Babel bergumul berat dengan situasi dan kondisi hidup mereka. Pembuangan menjadi pembelajaran bagi umat, sejauh mana mereka kuat dan setia menjalani penderitaan di pembuangan. Isi surat Yeremia kepada umat di pembuangan mengajak mereka untuk tetap bijak, karena ada begitu banyak godaan yang memperdaya mereka. Ada orang-orang dengan tujuan tertentu menjanjikan sesuatu yang muluk bagi umat Tuhan. Mereka menyampaikan bahwa umat Tuhan akan segera dibebaskan. Ini adalah jalan keluar yang ditawarkan kepada umat di pembuangan dan seolah-olah jalan keluar yang ditawarkan itu baik bagi mereka. Yeremia mengingatkan umat, “Janganlah kamu diberdayakan oleh nubut palsu kepadamu, demi nama-Ku” (ay. 8-9). Banyak yang memberi solusi bagi permasalahan umat, namun hanya memberi kesenangan semu. Liciknya, mereka membawa-bawa nama Tuhan untuk meyakinkan umat bahwa yang mereka sampaikan adalah suatu kebenaran.
Yeremi lewat suratnya menyerukan bahwa hidup umat di pembuangan tetap dalam perlindungan Tuhan. Masa pembuangan harus mereka jalani. Itulah kehendak Tuhan bagi mereka. 70 tahun mereka harus ada di Babel, sesudah itu akan dikembalikan ke Yerusalem. Tuhan yang menentukan kehidupan umat, bukan untuk kebinasaan umat, tetapi untuk kebaikan mereka. Yang berlangsung dalam kehidupan umat Tuhan adalah rancangan-Nya. Ia mengenal umat-Nya, Ia tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya.

Doa: (Tuhan,ajarlah kami untuk mengerti bahwa rancangan-Mu dalam hidup kami adalah yang terbaik)

N.L.N / jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018