Sabda Bina Umat – Kamis, 13 Desember 2018

  • on 13/12/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 13 Desember 2018

Renungan Pagi
GB. 156 – Berdoa

TIDAK MENERIMA YESUS
Yohanes 5 : 36 – 40

5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
5:38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. (ayat 39-40)

Mengherankan bukan, semua Kitab Suci berbicara tentang Yesus Kristus, tetapi mereka tetap saja tidak memercayai Yesus. Bahkan Injil Yohanes disebut sebagai bukan Injil. Mereka meragukan latar belakang Keyahudian Injil Yohanes. Malah Injil Yohanes dituduh lebih menerima pengaruh Yunani. Ada juga tuduhan bahwa Injil Yohanes ditulis jauh setelah Abad para Rasul, (60-90 Masehi), antara tahun 90-130 Masehi.

Penemuan Gulungan Laut Mati (GLM) tahun 1947 di Lembah Qumran meneguhkan bahwa Injil Yohanes bukan kitab Helenis atau Yunani tetapi berlatar belakang Yahudi. Ternyata menurut GLM (Dead Sea Scroll), Injil Yohanes ditulis tidak lebih dari tahun 90 Masehi. Tuduhan bahwa Injil Yohanes dipengaruhi ajaran Gnostik, terbukti tak benar. Hal ini dinyatakan oleh Literatur dari Nag Hammadi, sebelah Utara kota Luxor, Mesir. Pada tahun 1945. Terbukti bahwa Injil Yohanes ditulis jauh sebelum bahkan abad ke 2 Masehi. Ajaran Gnostik itulah yang justru baru hadir pada abad ke 3 Masehi.

Bapa Gereja Athanasius yang akhirnya menyusun dan mensahkan Kanon PL dan PB memasukkan Injil menurut Yohanes sebagai Injil ke 4 dalam Perjanjian Baru. Orang Yahudi diyakinkan bahwa Kristus yang historis itu adalah Sang Mesias, Yang Diurapi, Sang Kristus. Sedangkan bagi orang Yunani, mereka diyakinkan bahwa Kristus itu adalah Anak Allah, Juruselamat Umat Manusia. Injil Yohanes adalah Injil Kepercayaan, (The Gospel of Belief). Kita membaca dan menerima maksud ditulisnya Injil Yohanes : “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (20:30-31). Mari kita sungguh percaya kepada Yesus Kristus, Tuhan kita.

Doa : (Biarlah kami jangan pernah malu akan nama-Mu, Yesus Kristus)

H.J / SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019