Sabda Bina Umat – Kamis, 20 Desember 2018

  • on 20/12/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 20 Desember 2018

Renungan Pagi
KJ. 356 : 1 – Berdoa

TEMPAT BARU BUKAN ALTERNATIF
Yesaya 65 : 17 -20

65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.
65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.
65:19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang pun tidak.
65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.

“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.” (ayat 17)

Kehidupan di bumi yang sudah mulai tercemar dan semakin padat membuat para ilmuwan di luar negeri berusaha mencari alternatif planet lain untuk manusia hidup. Planet yang sudah dijajaki sejauh ini adalah Planet Mars. Sungguh luar biasa. Lepas dari kecanggihan manusia, apakah manusia punya hak untuk ‘lari’ dari dunia ini dan membuat hunian baru diplanet lain? Yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya adalah Allah, dan Allahlah satu-satunya sosok yang berhak merombak dan mengatur kehidupan manusia.

Dari sejak Yesaya sudah dinubuatkan akan diciptakannya langit dan bumi yang baru oleh Allah. Tetapi bukan dengan tujuan yang menyamankan manusia atau juga sebagai alternatif lain. Allah akan membuat bumi dan langit yang baru karena keadaan dunia yang telah diciptakan-Nya tidak sesuai dengan apa yang Allah harapkan dari penciptaan Allah.

Sesungguhnya gambaran dalam Firman Allah yang menjadi perikop bacaan kita saat ini adalah gambaran yang Allah harapkan akan dunia ini sebelum manusia mengenal dosa. Dosa manusia dengan segala keinginannya telah merusak dunia dan segala isinya menjadi semakin jauh dari yang Allah harapkan. Nubuat ini memang berbicara mengenai masa yang akan datang, namun apa yang kita lakukan sebelum Allah mewujudkan apa yang sudah dinubuatkan ini? Tentunya sebagai orang Percaya kita disadarkan akan tingkah laku kita yang sudah merusak karya Allah yang indah dalam Penciptaan-Nya. Karena itu mari kita menjaga agar Karya Allah dalam diri kita tidak menjadi semakin rusak dan hiduplah dalam takut akan Tuhan. Hidup takut akan Tuhan dan mendapatkan Hikmat Allah untuk mengarahkan hidup hanya kepada Tuhan.

Doa : (Bapa surgawi kami mau hidup hanya untuk memuliakan nama-Mu)

S.M/lph
Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019