Sabda Bina Umat – Kamis, 22 November 2018

  • on 22/11/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 22 November 2018

Renungan Malam
GB. 71 : 1 – Berdoa
TUHAN ADA DI MASA DEPAN
Yoel 3 : 17 – 21

17. "Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.
18. Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim.
19. Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya.
20. Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun.
21. Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion."

“…maka kamu akan mengetahui…” (ayat 17)

Kitab Yoel diawali dengan berita tentang bencana tulah belalang yang akan datang namun kitab ini diakhiri dengan gambaran masa depan yang indah. Tulah belalang menghabiskan semuanya lalu dipertentangkan dengan kehidupan yang sebagaimana seharusnya yaitu gunung akan menghasilkan anggur baru, bukit akna mengalirkan susu, mata air akan membasahi tanah. Masa depan harus dilihat secara baik. Jika melihatnya melulu ketakutan maka kehancuran yang akan datang. Jika melihat masa depan dengan sisi yang lain yaitu kehidupan yang diberkati maka kita dapat bersyukur.
Allah memperlihatkan kedua model masa depan kepada bangsa Israel. Jika bertobat mereka akan melihat Yerusalem atau Yehuda sebagai tempat yang diberkati tetapi jika mereka tidak bertobat maka mereka akan melihat Yerusalem atau Yehuda yang dihancurkan oleh Tuhan. Masa depan sudah diperlihatkan kepada mereka. Karena itu dalam ayat 17, Allah menegaskan bahwa bangsa ini pada akhirnya akan tahu bahwa Tuhan adalah Allah. Masa depan yang baik hanya menjadi mungkin ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan yang membimbing, menuntun dan melindungi.
Begitulah cara Tuhan membimbing kita. Percayakan semuanya kepad Tuhan, maka Ia akan membuat kita semakin mengenal-Nya bahwa Ia mengasihi kita. Jika kita hidup bertentangan dengan kehendaknya maka kita akan berhadapan dengan masa depan yang kelam. Dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus, dinyatakan jelas bahwa hidup kita berkelimpahan. Allah konsisten dalam kasih-Nya dari masa ke masa sampai hari ini.

Doa: (Bimbinglah kami agar di masa depan kami semakin mengenal Engkau sebagai Allah yang mengasihi dan memberkati kami)

S.S / SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018