Sabda Bina Umat – Kamis, 22 November 2018

  • on 22/11/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 22 November 2018

Renungan Pagi
KJ.254 : 1 – Berdoa

TUHAN MENUAI
Yoel 3 : 9 -16

3:9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!
3:10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"
3:11 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu!
3:12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru.
3:13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka.
3:14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!
3:15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.
3:16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.

“…ayunkanlah sabit, sebab tuaian sudah masak…” (ayat 13)

Dalam perikop, hari Tuhan (ayat 14) digambarkan sebagai hari penuaian yang Tuhan lakukan di lembah Yosafat, suatu lembah yang tidak diketahui lagi tempatnya. Hari penuaian ini adalah hari dimana Tuhan berhadapan dengan kekuatan bangsa-bangsa lain yang akan dihukum oleh Tuhan pada waktunya.

Mereka dihukum Tuhan karena banyak kejahatan mereka (ayat 13). Ajakan Tuhan kepada bangsa-bangsa lain adalah ajakan untuk berperang (ayat 9). Ajakan berperang Tuhan digambarkan dengan “Tuhan mengaum dari Sion”. Tetapi bagi umat-Nya, pada hari itu, Tuhan justru menjadi tempat perlindungan, menjadi benteng bagi umat-Nya. Di satu sisi, perikop ini menunjukkan bahwa bangsa-bangsa lain akan dihukum oleh Tuhan tetapi di sisi lain Tuhan menyelamatkan umat-Nya.

Keberadaan mereka yang hidup dalam kejahatan memiliki waktunya sendiri di hadapan Tuhan. Ini menguatkan kita sebagai orang yang hidup dalam kehendak Tuhan bahwa Tuhan tidak membiarkan apalagi meninggalkan kita. Tuhan melindungi kita dalam menghadapi mereka yang bertindak jahat dan hidup dalam kekerasan. Perlu sikap korektif secara pribadi untuk menyadari sudah sejauh mana hidup kita berkenan di hadapan Allah? Karena itu, jelas betapa pentingnya pertobatan yang sifatnya segera itu, sebab Tuhan punya waktu untuk berperkara dengan para pelaku kejahatan. Tuhan menghendaki umat menjadi milik-Nya; sebagai tuaian-Nya. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan betapa kasih-Nya kepada manusia sedemikian besar sehingga rela mati di kayu salib agar bagi mereka yang percaya beroleh kehidupan yang kekal.

Doa : (Dalam himpitan karena kejahatan, biarlah Tuhan menjadi pelindung kami yang memberikan keselamatan penuh)

S.S/SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018