Sabda Bina Umat – Kamis, 29 November 2018

  • on 29/11/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 29 November 2018

Renungan Pagi
KJ.249 : 1 – Berdoa

KERJASAMA DALAM KASIH
2 Timotius 1 : 1 – 8

1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus,
1:2 kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
1:3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
1:4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
1:5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” ( ayat 7)

Paulus mengirim suratnya kepada Timotius untuk memberi semangat, nasihat, pengajaran supaya ia mengembangkan pelayanan dengan baik. Ditengah tantangan yang dihadapi oleh orang Kristen saat itu, Paulus berharap Timotius dapat melanjutkan pelayanan pemberitaan Injil dengan baik. Untuk dapat melakukan tugas berat itu, Paulus mengingatkan bahwa kemampuannya melakukan itu tidak dengan mengandalkan kekuatan dan pikiran, tetapi hanya karena iman kepada Yesus Kristus yang telah memberi teladan bagi pelayan-pelayan-Nya.

Setia dalam menghayati panggilan dan pengutusan terasa cukup berat, karena harus menghadapi tantangan, masalah dan hambatan, yang dapat membuat kita putus asa atau frustasi, terlebih jika kita terlalu mengandalkan pada diri sendiri. Nasihat Paulus mengajak kita untuk bekerjasama atau bergotong-royong dalam menghayati panggilan dan tugas pengutusan. Dalam kebersamaan ketika menghadapi kesulitan atau masalah, kita dapat saling bertukar pikiran, gagasan dan pengalaman bagaimana mengatasi kesulitan atau masalah tersebut. Seperti falsafah ‘sapu lidi’, lidi sendirian akan menjadi tak berdaya, namun ketika banyak lidi diikat menjadi satu alias menjadi sapu akan fungsional dan menyelamatkan. Marilah kita senantiasa bekerjasama atau bergotong royong dalam menghayati panggilan maupun melaksanakan tugas pengutusan.

Kerjasama dan gotong-royong ini hendaknya sedini mungkin dibiasakan pada anak-anak di dalam keluarga. Ingat dan hayati bahwa masing-masing dari kita diciptakan dalam kerjasama, yaitu kerjasama antara Tuhan dan manusia, manusia dan sesamanya. Dengan demikian kita akan dapat tumbuh berkembang menjadi pribadi dewasa. Kita hidup bahagia dan damai sejahtera jika kita selalu bekerjasama atau bergotong-royong dengan orang lain.

Doa : ( Ya Bapa, berilah pikiran kami yang sehati untuk melakukan kehendak-Mu dalam kebersamaan hidup dengan semua orang )

E.M/SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018