Sabda Bina Umat – Kamis, 29 November 2018

  • on 29/11/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 29 November 2018

Renungan Malam
KJ. 450 : 1-2 – Berdoa
MELAYANI SEBAGAI UCAPAN SYUKUR
2 Timotius 1 : 9 – 12

9. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
10. dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
11. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
12. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

“Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,…” (ayat 9)

Berbuat baik kepada sesamanya diharapkan tidak karena paksaan, melainkan kesaksian iman yang mendalam, meluap dari kedalaman hati sanubari orang kristen. Baiklah kita merenungkan sapaan dan nasihat Paulus kepada Timotius: “Ikutilah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah”, inilah kiranya yang baik kita renungkan atau refleksikan. Injil adalah gembira atau kabar baik.
Pada masa kini untuk melayani atau mewartakan atau menyebarluaskan apa yang baik kiranya akan menghadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah. Marilah kita hadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah dengan atau dalam kekuatan atau kasih karunia Allah. Bersama dan bersatu dengan Allah, kita pasti dimampukan mengatasi aneka hambatan, tantangan dan masalah itu. Dalam persekutuan dengan Allah yang akrab maka panggilan untuk melayani menjadi karya Roh Kudus dalam hati batin dan pikiran sehingga baik kata dan perbuatan dipersembahkan untuk melayani kehendak-Nya bagi sesama di sekitar.
Untuk itu penting bagi yang sedang bekerja apapun pekerjaan yang diberikan dan dipercayakan Tuhan kepada seseorang, hendak-nya sungguh-sungguh dikerjakannya dengan sepenuh hati pekerjaan yang diberikan kepadanya. Demikian juga bagi yang sedang belajar, hendaknya belajar dengan tekun dan giat. Dengan demikian melayani bukan sebagai beban berat yang menyusahkan hidup kita, melainkan sebagai ucapan syukur atas kasih karunia Allah yang sudah dianugerahkan dan yang membuat hidup kita mulia bagi-Nya. Semakin kita giat melayani semakin banyak hal yang dapat di syukuri sepanjang karya pengabdian untuk hormat Allah.

Doa: (Tuhan ajarkan kami untuk bisa beryukur dan melakukan tugas pekerjaan yang mencerminkan rasa syukur itu)

E.M / SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018