Sabda Bina Umat – Kamis, 8 November 2018

  • on 08/11/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 8 November 2018

Renungan Malam
GB. 52 : 1 – Berdoa
TINGGI HATI AKAN BINASA
Daniel 5 : 13 – 30

13. Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda?
14. Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa.
15. Kepadaku telah dibawa orang-orang bijaksana, para ahli jampi, supaya mereka membaca tulisan ini dan memberitahukan maknanya kepadaku, tetapi mereka tidak sanggup mengatakan makna perkataan itu.
16. Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga."
17. Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku.
18. Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku.
19. Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya.
20. Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya.
21. Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu.
22. Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini.
23. Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.
24. Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini.
25. Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin.
26. Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri;
27. Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;
28. Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia."
29. Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.
30. Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.

“…ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliannya diambil dari padanya” (ayat 20)

Peristiwa di Istana raja Babel, siapakah yang dapat mengartikan tulisan pada dinding istana raja? Tidak ada! Semua orang bijaksana di Babel mencoba membaca dan mengartikannya, namun gagal. Tingkat kemampuan manusia memang sangat terbatas untuk mengerti rahasia Allah berkenan atasnya. Daniel, orang buangan dari tanah Yehuda, seorang yang penuh Roh Allah dan hikmat yang luar biasa, diperkenankan Tuhan mengartikan tulisan pada dinding istana. Daniel ditugaskan untuk menyampaikan apa yang menjadi rencana Tuhan bagi Belsyazar.
Belsyazar mau memberi hadiah bagi Daniel jika ia dapat menjelaskan arti tulisan tersebut. Daniel menolak, karena apa yang ia lakukan bukan karena perintah raja, tetapi karena Tuhan menugaskannya. Arti tulisan tersebut adalah kematian Belsyazar, karena perbuatan jahatnya, “Dan inilah makna perkataan itu: Mene : masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Peres: Kerajaan tuanku di pecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia” (ay. 25-28). Tuhan memberikan kekuasaan, kebesaran dan kemuliaan bagi Belsyazar sebagai seorang raja. Hal yang sama Tuhan berikan kepada ayahnya Nebukadnezar. Sebagaimana ayahnya yang jahat dan dihukum mati. Belsyazar tinggi hati, keras kepala dan berlaku angkuh untuk mengaku dan bertobat, maka ia pun mendapat penghukuman dari Tuhan.
Tiga hal yang tidak boleh ada dalam kehidupan orang percaya, tinggi hati, keras kepala (bebal) dan angkuh, karena ketiga sifat yang buruk itu akan sangat memengaruhi kehidupan, kita akna menjadi seorang yang tidak berkenan kepada Tuhan. Sebaliknya, rendah hati dan mau dengar-dengar terhadap firman Tuhan akan membuat kita menjadi orang yang bijak menjalani kehidupan. Kita perlu didikan dan teguran Tuhan ketika kita telah berbuat jahat. Mengaku dihadapan Tuhan untuk kejahatan yang sudah kita lakukan, bertobat, dipulihkan Tuhan dan hidup benar, sesuai maksud Tuhan.

Doa: (Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup dalam kerendahan hati supaya kami tidak binasa)

N.L.N /jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018