Sabda Bina Umat – Kamis, 8 November 2018

  • on 08/11/2018

Sabda Bina Umat – Kamis, 8 November 2018

Renungan Pagi
KJ. 426 : 1 – Berdoa

PEMBAWA PESAN TUHAN
Daniel 5 : 1 – 12

5:1 Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur.
5:2 Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.
5:3 Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu;
5:4 mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
5:5 Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.
5:6 Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
5:7 Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: "Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga."
5:8 Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja.
5:9 Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat.
5:10 Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: "Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat;
5:11 sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum,
5:12 karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!"

“Karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi…”

( ayat 12)

Belsyazar raja Babel hidup dalam pesta pora dan kemabukan. Raja berpesta adalah wajar, tetapi menjadi tidak wajar bila berpesta pora dan mabuk-mabukkan dengan mempergunakan perkakas Rumah Tuhan. Perkakas diambil dari Bait Suci di Yerusalem oleh Nebukadnezar, ayah Belsyazar, sebagai rampasan perang, ketika Israel ditaklukkan bangsa Babel dalam peperangan. Dengan dibawanya perkakas Rumah Tuhan ke Babel, ini menjadi simbol kekalahan Israel atas Babel. Apa yang dilakukan Belsyazar adalah suatu kekejian dan pelecehan terhadap Tuhan. Belsyazar dihukum Tuhan karena kejahatannya. Penghukuman terhadap Belsyazar diberitahukan melalui tulisan pada dinding istana.

Di saat raja sedang berpesta, “Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu” (ayat 5). Reaksi raja ditulis demikian, “Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukkan” (ayat 6). Dalam ketakutannya yang luar biasa raja meminta supaya semua orang bijaksana di Babel dapat memberitahukan kepadanya apa arti tulisan tersebut, tetapi tidak seorangpun dapat mengartikannya.

Diberitahukan kepada raja bahwa di Babel ada seorang yang memiliki roh yang luar biasa, pengetahuan dan akal budi. Orang itu dapat menerangkan arti mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan. Namanya Daniel. Daniel dipanggil raja untuk memberitahukan kepadanya makna dari tulisan pada dinidng istana. Hanya Daniel yang dapat mengartikan tulisan itu, karena Roh Allah ada padanya.

Tidak seorangpun dapat mengetahui rahasia Allah. Allah terlalu luar biasa besarnya untuk dapat dengan mudah dipahami manusia. Namun, jika Tuhan berkenan atas seseorang maka melalui pertolongan Roh-Nya manusia dapat menyelami rahasia Allah.

Doa : ( Ya Tuhan, layakkanlah kami bagi-Mu dan pakailah hidup kami menyatakan maksud-Mu bagi dunia ini)

N.L.N/jm

Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018