Sabda Bina Umat – Minggu, 16 Desember 2018

  • on 16/12/2018

Sabda Bina Umat – Minggu, 16 Desember 2018

Renungan Pagi
KJ.84 : 1,2 “Ya Yesus Dikau Kurindukan”—Berdoa

TUHAN, SUMBER SUKACITAKU
Mazmur 16 : 1 – 6

1. Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. 
2. Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" 
3. Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. 
4. Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku. 
5. Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. 
6. Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku berkata kepada TUHAN : “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” (ay.2)

Ada emas yang diungkapkan melalui Mazmur 16 ini; emas, apa? Ya Emas yang dimaksud melebihi emas logam mulia; emas (arti dari kata “Miktam”) yang dimaksud adalah kebahagiaan orang yang menaruh pengharapan hidupnya hanya kapada TUHAN Yang Empunya kehidupan dan berkuasa atas kehidupan manusia.

Bagaimana dapat mengalami kebahagiaan di dalam TUHAN? Mazmur 16 menjelaskan bahwa kebahagiaan di dalam TUHAN bukanlah sesuatu yang tiba-tiba turun dan langit; kebahagiaan di dalam TUHAN lahir dari sebuah proses hubungan yang sungguh-sungguh dengan TUHAN: mengenal dengan sejati yang menumbuhkan keteguhan keyakinan kepada-Nya (ay.1); keyakinan kepada-Nya mendekatkan pribadi yang percaya kepada-Nya, semakin mengerti hati-Nya (ay.2); dan hati orang percaya yang semakin melekat dengan hati Allah menumbuhkan kasih sejati kepada sesama milik-Nya (ay.3), menumbuhkan ketaatan kepada-Nya sebagai sebuah kebanggaan dan kerindgan orang percaya kepada TUHAN (ayat 4-6). Di Minggu Adven III ini, ada pertanyaan sederhana yang perlu dijawab dengan jujur dan kedalam hati. Apakah saat-saat ini kita merasakan sukacita? Atau malah dukacita? Minggu-minggu Advent adalah masa penantian akan penggenapan janji Allah, yaitu janji kedatangan-Nya. Kedatangan-Nya yang memberikan kemerdekaan sejati, dan kesukacitaan sesungguhnya. Ya, hanya TUHAN, Sumber sukacita kita yang sejati.

Mari kita hayati relasi kita dengan Kristus yang adalah Sumber sukacita sejati kita. Bukankah hari-hari kita banyak menikmati kesukacitaan dalam suasana menjelang natal? Tetapi apakah sungguh-sungguh kita menerima sukacita yang sejati? Sukacita sejati kita alami bukan karena apa yang kita terima dan miliki, melainkan karena Siapa yang bersama dengan kita, yaitu Kristus Yesus yang bersama kita!

Doa : (Ya Kristus Yesus yang mengasihi kami, syukur kami untuk Sukacita besar yang Kau karuniakan kepada kami, yaitu Engkau senantiasa ada bersama kami)

A.R.P

Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019