Sabda Bina Umat – Minggu, 2 Desember 2018

  • on 02/12/2018

Sabda Bina Umat – Minggu, 2 Desember 2018

Renungan Pagi

KJ.424 : 1 – Berdoa

 

IDENTITAS SANG PENGHARAP

Mazmur 90 : 1-12

  1. Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.
  2. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
  3. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
  4. Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
  5. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
  6. di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
  7. Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.
  8. Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.
  9. Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.
  10. Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
  11. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?
  12. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
 

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” (ay. 3)

            Mengenal diri sendiri punya manfaat yang besar sebab didalamnya seseorang akan menemukan nilai yang memengaruhi sikapnya. Dalam pengenalan diri tersebut kita akan menemukan bahwa seluruh pencapaian kita sampai sekarang tidak terlepas dari keterlibatan Tuhan. Musa memberi gambaran yang utuh tentang keberadaan manusia yang perlu memahami dirinya sendiri. Perjalanan hidup manusia memang selalu bertemu dengan berbagai dengan peristiwa yang menentukan nilai kehadirannya. Artinya ketika kita bertemu dengan banyak peristiwa dan bagaimana sikap kita terhadap peristiwa merupakan akumulasi dari pemahaman kita tentan g diri sendiri. Seluruh gagasan tentang kebaikan Allah bermula dari beberapa nilai yang ditempatkan dalam hubungan dengan Allah.

Maka nats saat ini memberi pemahaman yang penting bahwa sebagai umat Allah kita tidak dapat mengabaikan pentingnya identitas. Kita adalah debu dan dalam debu kita rapuh dan rentan terhadap berbagai perubahan. Tahun berubah, manusia juga berubah dan tidak ada yang dapat menghentikan perubahan. Kekuatan besar ada disetiap perubahan dan ketika kita memahami nilai diri kita yang tinggi dalam hubungan dengan Allah maka kita tidak kehilangan identitas kita sebagai identitas sang pengharap. Kita semua memiliki kesamaan dihadapan Allah yang berkarya dalam setiap perubahan. Kesamaan itu adalah bahwa kita punya identitas sebagai sang pengharap dengan kesadaran bahwa kita semua berasal dari debu. Kekuasaan Allah demikian besar dalam memberi identitas kepada kita dan itulah yang menunjukkan bahwa kita bernilai.kita perlu memiliki pengharapan tetapi pengharapan itu perlu memiliki pondasi yang kokoh yakni keyakinan bahwa kita berasal dari debu dan karena itu memerlukan Tuhan.

 

Doa : (Tuhan, Engkaulah sebagai tuntunan dalam hidupku, ajar aku untuk dapat memahami maksud-Mu)

 

A.L

Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019