Sabda Bina Umat – Minggu, 28 Oktober 2018

  • on 28/10/2018

Sabda Bina Umat – Minggu, 28 Oktober 2018

Renungan Malam
KJ. 85 : 1,2 – Berdoa
HIDUP BAGI KEMULIAAN TUHAN
Matius 5 : 13 – 16

13. "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

“… supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disorga” (ay. 16b)

Pak Perimbi (di Afrika) memelihara seekor anak harimau sebesar kucing. Mulanya harimau itu diberi minum air susukambing. Ketika sudah agak besar, harimau itu tidak mau diberi makan bubur. Lalu Perimbi berburu, untuk makanan harimau tersebut. Harimau itu bertambah besar dan kuat. Ketika bermain dengan harimau, anak Perimbi jatuh. Kakinya luka dan mengeluarkan banyak darah. Harimau itu menjilat darahnya. Rupanya rasa darah segar sangat nikmat dan merangsang kebuasan harimau itu. Akhirnya, harimau itu memangsa anak si Perimbi. Harimau itu tidak berguna, tetapi memusnahkan masa depan anaknya.
Dalam bacaan malam ini, Yesus berbicara mengenai hidup sebagai garam dan terang. Garam banyak faedahnya, untuk pengawet makanan, penyedap masakan, membangkitkan tenaga, dan petani menabur garam disekeliling tanamannya agar tidak dimakan bekicot. Demikian pula dengan terang; bersinar dalam kegelapan, sehingga segala sesuatu dapat terlihat jelas. Dalam terang orang dapat melakukan kegiatan. Tentara di zaman modern, jika perang pada malam hari menggunakan pistol bunga api kearah posisi lawan, sehingga terlihat dengan jelas dalam terang dan mudah diserang.
Hidup sebagai garam dan terangartinya hidup ini harus berguna bagi sesama kita. Dengan kata lain, hidup menjadi berkat dengan sesama, bukan seperti harimau milik Perimbi tadi. Hidup berguna adalah hidup dalam kebaikan. Kebaikan itu harus bisa dirasakan oleh setiap orang. Kebaikan yang meniadakan konflik, kesusahan dan pertikaian karena kepentingan. Mengutamankan kepentingan ornag lain menjadi berkat yang menciptakan suasana sukacita, dan suasana persaudaraan yang rukun (Maz. 133). Dimanapun kita berada, hidup kita harus menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

Doa : (Tuhan, tuntunlah perilaku saya agar selalu memuliakan nama-Mu)

J.P.T/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018