Sabda Bina Umat – Minggu, 28 Oktober 2018

  • on 28/10/2018

Sabda Bina Umat – Minggu, 28 Oktober 2018

Renungan Pagi
KJ. 283 : 1 – Berdoa
BAHAGIA KARENA BENAR DAN TAKUT MENINGGALKAN KEBENARAN
Matius 5 : 1 – 12

1. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
2. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
6. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
7. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
9. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
10. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

 

“berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga …

(ay. 10)

Bacaan kita hari ini mengambil sebagian dari pokok pengajaran Tuhan Yesus saat berkhotbah di bukit. Ayat 10 mengarahkan kita untuk berbahagia dalam mempertahankan kebenaran, tetapi mengapa harus bahagia? Kata bahagia ternyata sejajar dengan kata diberkatilah. Sedangkan kata kebenaran mengandung pengertian percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup (Mat. 16:13-20). Akan tetapi seorang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus harus rendah hati memelihara kepercayaannya itu sebagai kebenaran yang dianugerahkan, bukan atas usahanya sendiri (Mat. 16:17). Itulah bahagia sejati yang harus terus dijaga serta dirawat, jangan tergerus oleh kepentingan diri sendiri atau takut dianiaya dan menderita di dunia.
Ada banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari dimana seseorang melepaskan imannya karena inngin meraih kebahagiaan duniawi. Melepaskan kebenaran Tuhan Yesus agar meraih sukses, naik pangkat, mendapat jabatan penting, mendapat pekerjaan, mendapat proyek, diterima oleh orang sekitar, mendapat jodoh, dll. Awalnya keputusan meninggalkan Tuhan Yesus mendatangkan kebahagiaan. Namun, kondisi tersebut hanya berlangsung singkat, setelah waktu senang berlalu, ia akan mengalami kesusahan dan kehilangan bahagia.
Kita mengenal peribahasa “berani karena benar, takut karena salah”, yang berarti seseorang berani berbuat karena yakin dirinya benar. Namun, pahi ini marilah kita belajar tentang “bahagia karena benar dan takut meninggalkan kebenaran”, oleh karena kita percaya kepada anugerah kebenaran Tuhan Yesus Kristus. Itulah kebahiaan/berkat yang sesungguhnya. Kebahagiaan yang menyelamatkan, meskipun dunia membenci-Nya. Kebahagiaan tidak akan sirna meskipun dunia tidak mengenal-Nya. Pada kahirnya, peliharalah kebahagiaan yang sesungguhnya yaitu berkat percaya pada kebenaran dan takutlah untuk kehilangan kebenaran yang menyelamatkan dari Tuhan Yesus Kristus (bnd. Mat. 16:24-25).

Doa : (Bapa di Sorga kami memohon kiranya Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu bagi kami agar dengan penuh sukacita memelihara kebenaran iman kepada Tuhan Yesus)

R.K/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018