Sabda Bina Umat – Minggu, 4 November 2018

  • on 04/11/2018

Sabda Bina Umat – Minggu, 4 November 2018

Renungan Malam
GB. 231 : 1 – Berdoa
HIDUPLAH DALAM PENGENALAN AKAN TUHAN
Yesaya 11 : 6 – 10

6. Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.
7. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.
8. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.
9. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
10. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

“… seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan” (ay. 9)

Setiap orang tentu mau hidupnya dipenuhi dengan kedamaian, ketentraman, ketenangan, kenyamanan dan kebaikan. Karenanya cara apapun akan dilakukan untuk mendapatkannya, dan bisa dengan cara yang salah. Padahal yang didapat itu semu sifatnya. Israel di tanah pembuangan hidup dalam penderitaan. Yang pasti umat tidak merasakan damai sejahtera. Hidup tanpa damai sejahtera adalah hal yang sangat menyakitkan: hidup tidak tenang, tidak nyaman, cemas, takut, gelisah, kehilangan kendali diri, dan putus asa. Yesaya menubuatkan kehidupan yang dipenuhi damai sejahtera dan hanya dapat dihadirkan oleh Raja Damai. Damai sejahtera itu tidak dapat dibuat oleh manusia, tetapi dianugerahkan oleh Tuhan. Jika damai sejahtera itu ada, maka semua dan segala sesuatu akan dipenuhi dengan kebaikan. Hidup tidak hanya untuk memperjuangkan kepentingan sendiri, tetapi ada orang lain, saling berdampingan, saling menopang, saling memerhatikan dan peduli. Demikian indah suasana damai sejahtera yang dihadirkan Tuhan dan diperuntukkan bagi umat-Nya.
Yang baik akan terjalin indah, hubungan-hubungan antar manusia terangkai indah. Suami-istri, orang tua dengan anak-anak, sanak keluarga, persekutuan bahkan masyarakat. Jika damai sejahtera Tuhan karuniakan, maka tidak akan ada lagi orang yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk. Yesaya menyaksikan, “tidak ada yang bebuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan” (ay.9). dua tabiat cemar, berbuat jahat dan berlaku busuk tidak akan ada, bahkan tidak akan lagi dijumpai umat disetiap sudut bumi. Sebab semua hidup dalam pengenalan akan Tuhan. Hidup dalam pengenalan akan Tuhan berarti hidup di dalam damai sejahtera Tuhan, dan hanya Tuhan yang dimuliakan oleh manusia dan dunia.

Doa : (Tuhan, tuntunlah kami untuk mengenal Engkau, sehingga hidup kami akan seturut dengan maksud-Mu)

N.L.N/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018