Sabda Bina Umat – Minggu, 4 November 2018

  • on 04/11/2018

Sabda Bina Umat – Minggu, 4 November 2018

Renungan Pagi
GB. 126 : 1 – Berdoa
RAJA DAMAI
Yesaya 11 : 1 – 5

1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
2. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
4. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

“Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan”. (ay. 2)

“Raja Damai” siapakah itu? Raja yang memberikan kedamaian. Damai ditengah situasi yang tidak damai, kehancuran dan keterpurukan. Siapa yang mempu memberikan kedamaian tersebut? Damai bagi semua atau sebagian orang.
Dalam kehancuran yang dialami Israel, nabi Yesaya memberikan penghiburan dengan menyatakan akan datangnya Mesias. Mesias yang akan memulihkan keadaan Israel. Kedatangan-Nya (Mesias) seperti tunas yang akan keluar dari tunggul Isai dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah (ay.1). tunggul adalah sisa tumbuhan yang ditebang. Tunggul yang tidak memiliki tanda kehidupan. Namun, dari tunggul inilah akan tumbuh “tunas kehidupan”, tunas pengharapan Israel yakni Mesias.
Lebih lanjut Yesaya menyatakan bahwa Sang Mesias yang akan dipenuhi dengan Roh Tuhan, roh hikmat dan pengertian roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (ay.2). memberikan penghakiman dan keputusan tidak dengan sekilas pandnag dan menurut kata orang. Pemerintahannya tidak akan menyimpang dari kebenaran, kejujuran dan kesetiaan (ay.3-5). Bagi Yesaya “gaya” pemerintahan inilah akan mencipatakan damai, suasana kehidupan yang damai sejahtera. Gambaran kedamaian yang begitu indah – yang sulit diterima akal sehat (lih. Ay.6-9)
Menjelang masa penantian kehadiran-Nya, apakah kita masih memiliki pengharapan ditengah situasi saat ini? Persoalan rumah tangga, pekerjaan atau pelayanan membuat kita tidak merasakan damai dalam diri. Kita cenderung menantang atau takut dalam menghadapi persoalan yang ada. Oleh karena itu kita membutuhkan kejujuran dan ketulusan dalam menjalani hidup ini. Kejujuran untuk mengakui kelemahan dan kekurangan diri dan ketulusan untuk berbuat dan memberi tanpa ada maksud dibalik tindakan yang kita nyatakan tersebut. Kejujuran dan ketulusan yang membuat damai bagi diri dan sesama. Jadi teladani dan persiapkan diri untuk kehadiran Raja Damai dalam hati kita. Dari-Nya kita belajar memperoleh dan menyatakan damai sejahtera.

Doa : (Ya Kristus, biarlah kejujuran dan ketulusan hidup dapat kami jalani dengan kekuatan dari-Mu, sang Raja Damai)

L.P.H/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018