Sabda Bina Umat – Minggu, 9 Desember 2018

  • on 09/12/2018

Sabda Bina Umat – Minggu, 9 Desember 2018

Renungan Pagi
KJ.426 : 1 — Berdoa

MENGASIHI KEBENARAN
Matius 24:3-11

3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" 
4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 
9. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, 
10. dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. 
11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

Jawab Yesus kepada mereka : “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! (ay.4)

Salah satu ciri khas dari kasih adalah kebenaran sebab tanpa kebenaran kasih menjadi tanpa arti. Tanpa kasih kebenaran bisa beringas. Kita tentu berharap bahwa dalam masa penantian kita menghayati keduanya yakni kasih dan kebenaran. Maka mengasihi kebenaran adalah kepekaan untuk bisa membaca tanda-tanda zaman seperti yang dikemukakan Paulus sebagai masa yang sukar (2 Tim.3:1). Kehadiran kita semua sebagai orang percaya di tengah masa sukar hendaknya tidak mengurangi keyakinan kita akan kebenaran. Berbagai bentuk penyesatan yang hadir dengan segala tipu daya perlu untuk kita waspadai. Penyesatan informasi dan penderitaan merupakan pukulan telak bagi mereka yang tidak memahami kebenaran dan akhirnya tersesat.

Hari ini kita diundang untuk mewaspadai berbagai penyesatan yang bisa tampil dengan wajah yang ramah dan santun tetapi menghancurkan. Kita diajak untuk terus menekuni kebenaran yang diajarkan Yesus dan sekaligus peka terhadap berbagai penyesatan. Kita didorong untuk bisa memahami betapa bahayanya keadaan penyesatan jaman sekarang yang hadir dalam berbagai bentuk. Penyesatan itu bahkan dapat mendinginkan kasih. Akibatnya ialah kehidupan yang tidak memiliki kehangatan dalam persekutuan di semua bidang.

Mengasihi kebenaran adalah langkah yang benar sebab didalamnya kita mau belajar tentang kebenaran dan mewujudkan kasih sebagai hasil dari perenungan tentang kebenaran. Keluarga adalah persekutuan yang perlu terus menerus menghayati kebenaran sehingga dalam kasih itu maka suami-istri memahami peran mereka. Dalam kasih, anak-anak juga dapat memahami relasi mereka dengan ayah ibu. Keberanian untuk mengasihi kebenaran akan menjaga kita dari segala penyesatan.

Doa : (Ya Tuhan tolonglah kami untuk memahami dan mengasihi kebenaran-Mu)

A.L/SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019