Sabda Bina Umat – Rabu, 12 Desember 2018

  • on 12/12/2018

Sabda Bina Umat – Rabu, 12 Desember 2018

Renungan Pagi
GB. 222 – Berdoa

TIGA TANDA KEDATANGAN MESIAS
Yohanes 5 : 27 – 32

5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
5:32 ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.

Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia (ayat 27)

Ketiga tanda tentang kedatangan Mesias adalah :
1. Segala kuasa dan penguasaan telah diberikan kepada Tuhan Yesus, Sang Mesias untuk menghakimi karena Dia adalah Anak Manusia. (Lihat ayat 27 dan Daniel 7 : 1 – 14).
2. Orang-orang yang lumpuh dan sakit disembuhkan. (Lihat Yohanes 5 : 20, 26 ; Yesaya 35 : 6 ; Yeremia 31 : 8 – 9). Dan
3. Orang-orang mati dibangkitkan, mereka hidup kembali. (Bandingkan Yohanes 5 : 21 – 28 dengan Ulangan 32 : 39 ; 1 Samuel 2 : 6 ;2 Raja-Raja 4 : 32-36).
Tetapi orang yang menentang Kristus juga akan dibangkitkan tetapi untuk dihakimi Allah lalu menuju kebinasaan di mana Allah tidak berada di sana. Yang sangat menonjol adalah penghakiman atas orang percaya. Penghakiman selalu berbasiskan atas perbuatan manusia. Mengapa? Oleh sebab perbuatan seseorang merupakan manifestasi dari imannya dan kondisi dalam diri manusia itu.

Kita bukan hanya dihakimi sesuai dengan profesi dalam iman akan Kristus, tetapi atas cara kita hidup. Perjanjian Baru tidak mengajarkan bahwa kebangkitan manusia itu akan dilakukan satu kali dalam satu waktu tertentu dalam sejarah manusia. Ada kebangkitan setelah Tuhan Yesus bangkit, (Matius 27 : 52-53). Kebangkitan lainnya adalah pada saat Gereja mengalami kebangkitan memasuki keadaan yang tidak dapat binasa sebab diubah secara amat signifikan. (1 Korintus 15 : 51-52). Bahkan mengalami rapture, mereka yang hidup, yang masih tinggal diangkat bersama-sama dengan mereka yang mati dalam Kristus yang dibangkitkan terlebih dahulu.

Mereka diangkat dalam awan, yang menyongsong Tuhan di angkasa. Kemudian setelah itu akan terjadi Kebangkitan Kedua setelah Kerajaan Seribu Tahun. Kebangkitan Kedua melengkapi Kebangkitan Pertama. Mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal. Mereka yang berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Kolose 3 : 5 menjelaskan siapakah mereka yang berbuat jahat itu. Mereka adalah hidup secara duniawi sehingga melakukan percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala. Keserakahan koruptif inilah yang ditangani KPK, bermula dengan Operasi Tangkap Tangan dan kemudian Pengadilan Tipikor. Banyakkah orang percaya kepada Kristus yang justru terjaring oleh KPK atau Lembaga Penegak Hukum lainnya? Berantaslah modus kejahatan keserakahan ini dan gantilah dengan semangat kerja dipenuhi oleh kearifan dan kejujuran sejak muda.

Doa : ( Sungguh Tuhan, saya berjanji tak akan ikut melakukan korupsi di mana pun Tuhan menempatkan saya)

H.J/SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019