Sabda Bina Umat – Rabu, 14 November 2018

  • on 14/11/2018

Sabda Bina Umat – Rabu, 14 November 2018

Renungan Pagi
KJ.432 : 1 – Berdoa

SIKAP DIRI DALAM HAL MEMBERI
2 Korintus 9 : 1 – 5

9:1 Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu.
9:2 Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: "Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau." Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang.
9:3 Aku mengutus saudara-saudara itu, agar kemegahan kami dalam hal ini atas kamu jangan ternyata menjadi sia-sia, tetapi supaya kamu benar-benar siap sedia seperti yang telah kukatakan,
9:4 supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama dengan aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia, sehingga kami -- untuk tidak mengatakan kamu -- merasa malu atas keyakinan kami itu.
9:5 Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya, agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.

“Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: “Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau.” Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang.” (ayat 2)

Bagaimanakah sikap diri saudara saat hendak memberikan persembahan di Gereja? Atau bagaimanakah sikap diri saudara saat memberikan sumbangan kepada sekelompok pemuda yang tergabung dalam Panitia 17 Agustusan? Atau bagaimanakah sikap diri saudara saat memberikan recehan kepada seorang peminta-minta? Pasti akan berbeda sikap diri saudara, mungkin ada yang memberi persembahan ke Gereja dengan sukacita, tetapi saat memberi kepada kelompok Panitia 17 Agustusan dengan ragu-ragu atau ada yang dengan sikap acuh dan tak acuh saat memberikan recehan kepada seorang peminta-minta.

Bacaan Firman TUHAN saat ini mengemukakan tentang sikap diri dalam memberikan persembahan yang dikumpulkan untuk jemaat yang miskin di Yerusalem: “ Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia…” (ayat 2). Kerelaan hati adalah sikap diri yang sudah semestinya terbentuk dalam hati setiap orang percaya, sehingga kepada siapapun ia memberikan persembahan, sumbangan ataupun bantuan semua di dasarkan pada kerelaan hati, artinya bersedia memberi tanpa ada keberatan-keberatan hati.

Jika kita memberi dengan rela hati, maka pemberian itu akan menjadi berkat bagi mereka yang menerima dan bagi kita yang memberi. Kita memberi dengan sukacita, maka mereka yang menerima akan lebih bersukacita, karena mereka mengetahui kerelaan dan ketulusan hati kita. Namun, jika kita memberi dengan bersungut-sungut, maka pemberian kita tidak akan pernah berbuah berkat dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus menegaskan: “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (9:7). Menjalani seluruh aktifitas di hari ini, maka milikilah sikap diri yang rela hati dan berilah dengan sukacita.

Doa : (TUHAN, ajarkan aku untuk mau memberi dengan hati yang rela)

RJMW/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018