Sabda Bina Umat – Rabu, 5 Desember 2018

  • on 05/12/2018

Sabda Bina Umat – Rabu, 5 Desember 2018

Renungan Malam
GB. 117 : 1,2 – Berdoa
TETAP BERBUAH MESKIPUN DI MUSIM KERING
Yeremia 14 : 17 – 22
.

17. Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan.
18. Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya."
19. Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian!
20. Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu.
21. Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya!
22. Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

“Adakah yang dapat menurunkan hujan diantara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?“ (ay. 22)

Nabi Yeremia mengungkapkan kesedihannya menyaksikan umat Yehuda mengalami penderitaan. Nabi Yeremia berharap agar Tuhan mengampuni umat-Nya serta memulihkan keadaan dengan menurunkan hujan sehingga mengakhiri kekeringan.
Musim kering atau kekeringan pada saat musim kemarau adalah hal yang biasa di daerah tropis seperti Indonesia. Masalahnya adalah ketika ada oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab membuang puntung rokok di lahan gambut yang kering, atau dengan sengaja membakar lahan untuk mempersiapkan lahan pertanian atau perkebunan maka dapat menimbulkan kebakaran hutan. Kekeringan tidak hanya terjadi pada lahan tanah, kekeringan juga bisa terjadi dan dirasakan oleh jiwa dan rohani manusia. Misalnya seperti Daud ketika lari dari kejaran raja Saul, Daud merasakan kerinduannya kepada Allah seperti tanah kering dan tandus yang merindukan air (Maz 63:1).
Manusia bisa saja menjalani kehidupan ditanh yang kering, atau kehidupan yang sulit dan penuh pergumulan. Namun Tuhan adalah sumber air kehidupan yang mempu menyegarkan dan menguatkan bagi umat yang percaya. Firman Tuhan akan menyegarkan hati yang kering dan haus, sehingga mampu memiliki hati dan jiwa yang segar untuk menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kesulitan. Ia tidak berhenti menghasilkan buah meskipun ada di tahun kering (Yer 17:8).

Doa: (Tuhan berilah kami kerendahan hati, mau mendengar suara Tuhan yang disampaikan oleh hamba-hambaMu. Amin)

S.dn /Iph
Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019