Sabda Bina umat – Rabu, 7 November 2018

  • on 07/11/2018

Sabda Bina umat – Rabu, 7 November 2018

Renungan Pagi
KJ. 424 : 1 – Berdoa

BERANI MENYATAKAN KEBENARAN TUHAN
Ester 7 : 1 – 10

7:1 Datanglah raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu.
7:2 Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: "Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi."
7:3 Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.
7:4 Karena kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual untuk dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan. Jikalau seandainya kami hanya dijual sebagai budak laki-laki dan perempuan, niscaya hamba akan berdiam diri, tetapi malapetaka ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja."
7:5 Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: "Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?"
7:6 Lalu jawab Ester: "Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!" Maka Haman pun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu.
7:7 Lalu bangkitlah raja dengan panas hatinya dari pada minum anggur dan keluar ke taman istana; akan tetapi Haman masih tinggal untuk memohon nyawanya kepada Ester, sang ratu, karena ia melihat, bahwa telah putus niat raja untuk mendatangkan celaka kepadanya.
7:8 Ketika raja kembali dari taman istana ke dalam ruangan minum anggur, maka Haman berlutut pada katil tempat Ester berbaring. Maka titah raja: "Masih jugakah ia hendak menggagahi sang ratu di dalam istanaku sendiri?" Tatkala titah raja itu keluar dari mulutnya, maka diselubungi oranglah muka Haman.
7:9 Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: "Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya." Lalu titah raja: "Sulakan dia pada tiang itu."
7:10 Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.

“Lalu jawab Ester : “Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!” Maka Haman pun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu”

(ayat 6)

Apakah ada yang dapat kita sombongkan dari diri kita? Yang pasti tidak ada! Apapun yang kita miliki, bahkan hidup kita sekalipun adalah milik Tuhan. Haman adalah seorang pembesar kerajaan Persia yang sombong. Ia mau semua orang Yahudi menyembah dia. Ketika Mordekhai, pegawai gerbang, seorang Yahudi tidak bersedia menyembah Haman, ia sangat marah dan memanfaatkan jabatannya untuk melampiaskan kebenciannya kepada Mordekhai. Ia mau membunuh Mordekhai dan orang-orang Yahudi di kerajaan Persia. Ester, anak angkat Mordekhai, ratu Persia, permaisuri raja Ahasyweros, mengetahui niat jahat Haman dan menyampaikannya kepada raja. Mendengar penyampaian Ester, raja marah dan memerintahkan supaya Haman di sula. Sangat ironis bahwa Haman di sula di tiang yang ia persiapkan untuk Mordekhai.

Perbuatan jahat kepada orang lain tidak akan berkenan bagi Tuhan, bahkan baru niat saja sudah kekejian bagi Tuhan. Berniat jahat berarti sudah merancangkan yang jahat dengan pikiran dan melibatkan hati. Bagaimanapun cara seseorang merancangkan kejahatan untuk menjatuhkan atau membunuh seseorang, itu hanya akan berbalik kepada dirinya sendiri. Kata-kata bijak, “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.” Perhatikanlah, kejahatan tidak berkenan bagi Tuhan. Ketika Haman dalam keangkuhannya mau membunuh Mordekhai, Tuhan memberi keberanian kepada Ester untuk bersaksi di hadapan raja tentang kejahatan Haman. Untuk menyampaikan suatu kebenaran dibutuhkan keberanian. Jika Tuhan berkehendak, Tuhanlah yang akan menolong. Ester melakukannya dengan menyatakan kebenaran yang sesungguhnya dari kejahatan yang dilakukan oleh Haman. Karena kejahatannya, Haman binasa.

Doa : ( Tolong kami Tuhan untuk dapat bersaksi benar tentang kebenaran-Mu)

N.L.N/jm

Sumber : Sabda Bina Umat Oktober -November 2018