Sabda Bina Umat – Sabtu, 1 Desember 2018

  • on 01/12/2018

Sabda Bina Umat – Sabtu, 1 Desember 2018

Renungan Malam

GB.325 : 1 – Berdoa

 

BIASAKAN YANG BAIK DALAM HIDUP

1 Petrus 4 : 1–6

 

  1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
  2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
  3. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
  4. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.
  5. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
  6. Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.

“supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah” (ay. 2)

                Menurut Pete Cohen, seorang psikolog dan physical trainer dari inggris, tidak ada manusia lahir dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan ini justru dipelajari saat tumbuh dewasa. Nah, cara paling jitu membuang kebiasaan buruk adalah menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Menurut beberapa penelitian, diperlukan pengulangan 20-30 kali untuk menjadi suatu kebiasaan baru dan baik. Bisa kebayang kan kalau kita punya 10 kebiasaan buruk? Tentu banyak waktu yang mesti kita habiskan untuk menggantinya dengan kebiasaan baik.

Surat 1 Petrus pasal 4 adalah ajakan untuk berbuat baik ditengah penderitaan. Berbuat baik itulah kita dipanggil sebagai umat-Nya. Alasan Allah memanggil umat-Nya dengan cara ini karena Kristus telah menderita demi kepentingan mereka dan meninggalkan teladan yang harus diikuti (lih I Pet 2:21). Berbuat baik ditengah penderitaan merefleksikan penderitaan Kristus yang menjadi teladan hidup bagi orang percaya. “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu” (lih ay 14)

Menumbuhkan kebiasaan baik sejak dini adalah prinsip yang harus selalu kita tanamkan. Walau mungkin ada kalanya kita gagal melakukannya, tapi jangan berhenti dan putus asa. Terus mencoba dan melatih diri untuk melakukannya dengan tetap mengandalkan anugerah Tuhan. Percayalah, kita pasti akan dimampukan untuk terus hidup dalam kebiasaan-kebiasaan yang baik. Ingat, menumbuhkan sebuah kebiasaan baik dibutuhkan suatu proses. Kita tidak bisa mengharapkannya semudah kita membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan penyangkalan diri sehingga kita mampu menjadi pelakuFirman dan bukan sebaliknya.

Doa : (Tolong dan kuatkan kami ya Bapa, untuk membiasakan hal yang baik dan benar dalam kehidupan ini)

E.M/SGRS

Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019