Sabda Bina Umat – Sabtu, 15 Desember 2018

  • on 15/12/2018

Sabda Bina Umat – Sabtu, 15 Desember 2018

Renungan Malam
GB.242 : 1 “Oh, Kasih Allah yang Besar”—Berdoa

KASIH TIDAK BERKESUDAHAN
1 Korintus 13 : 8 – 13

8. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 
9. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 
10. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 
11. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 
12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 
13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

“Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap” (ay.8)

Tiga karunia yakni nubuat, bahasa lidah dan pengetahuan selalu menarik perhatian kita. Namun ketiganya akan berakhir tatkala kesempurnaan tiba. Paulus tiba pada akhir bahasannya tentang kasih. Kasih tidak berakhir. Terjemahan lain berkata kasih tidak menghilang. Ada juga terjemahan yang menyatakan kharitas amal tidak pernah gagal, atau kasih tidak pernah gagal. Kasih sejati adalah kekal dan final oleh sebab esensi kasih itu berasal dari Allah oleh sebab itu kekal dan final seperti itu juga. Namun ketiganya akan berhenti saat sejarah berakhir. Paulus menyebutnya: jika yang sempurna tiba, saat pengetahuan dan watak orang percaya menjadi sempurna dalam kekekalan setelah kedatangan Tuhan Yesus Kristus. (12; 1:8). Sampai tibanya kedatangan Tuhan Yesus Kristus, kita membutuhkan Roh Kudus dan karunia-karunia-Nya dalam kehidupan bergereja. Tak ada akhir dari kasih yang kita lihat dalam Yesus Kristus. la mengasihi mereka sampai kesudahannya (Yohanes 13:1).
Kita mungkin merasa menunggu saat demikian akan terlalu lama. Namun kita juga tahu bahwa waktu berlalu dengan sangat cepat. Tugas kita adalah mengamalkan karunia-karunia rohani. Dapat kita bayangkan betapa besar kasih Kristus kepada para murid-Nya, meskipun para murid cepat melupakan Yesus, mendukakan dan mengecewakan-Nya, mengingkari bahkan menyangkal-Nya, tetapi tak satu pun perbuatan mereka itu yang membuat kasih-Nya kepada mereka berkurang. Pada saat Perjamuan Malam Tuhan Yesus mengetahui bahwa ada yang akan menyerahkan-Nya, la mencelupkan roti ke dalam anggur, lalu memberikan roti itu kepada Yudas. (Yohanes 13:21,26). Dalam Matius 26:50, di Taman Getsemani, la berkata kepada Yudas : “Hai teman, untuk itukah engkau datang?“ Oleh sebab itu Paulus yang begitu dalam mengetahui kasih Kristus itu menyimpulkan dalam kesimpulan besar : ”Sebab aku yakin, bahwa baik maut maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang dibawah, ataupun suatu makhluk lain, tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”(Roma 8:38-39). Jadi jelasnya : kasih Kristus bagi kita tak berakhir. Apakah kita juga akan mengasihi-Nya tanpa akhir?

Doa : (Ajar aku terus mengasihi seperti Engkau mengasihi ya Tuhan)

H.J/SGRS

Sumber: Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019