Sabda Bina Umat – Sabtu, 15 Desember 2018

  • on 15/12/2018

Sabda Bina Umat – Sabtu, 15 Desember 2018

Renungan Pagi
GB.244 “Bapa Engkau Sungguh Baik”—Berdoa

GENERASI PELOPOR KASIH
1 Korintus 13 : 1 – 7

1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 
2. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 
3. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 
4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 
5. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 
6. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 
7. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

“la menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (ay.7)

Dalam pasal 12, Paulus menyampaikan tantang kurangnya kasih di tengah jemaat. Dalam pasal 13 ia menjelaskan apa kasih itu. Selanjutnya dalam pasal 14 ia menulis tentang kasih dalam praktek hidup. Ada berbagai karunia (1 Korintus 12 : 8-10) tetapi tak ada karunia yang lebih rendah dari karunia lain. Demikian juga karunia kasih ini. Kasih itu dimaksudkan agar umat dapat melayani Jemaat atau Tubuh Kristus dengan baik. Tanpa kasih tak ada suatu pekerjaan atau pelayanan yang dapat dilakukan dengan baik.
Kasih membuat perbuatan dan karunia-karunia menjadi dapat digunakan. Setiap orang mempunyai karunia yang berbeda—beda, tetapi karunia kasih atau kasih itu tersedia bagi semua orang. Kasih adalah jalan yang lebih utama dalam manghadirkan pelbagai karunia dalam kehidupan berjemaat. Prinsip kasih harus menguasai perwujudan-perwujudan rohani itu. Kasih adalah persyaratan dari semua tindakan atau perbuatan dalam kehidupan Kristen. Suatu kemerdekaan untuk mengasihi Allah dan sesama.
Kasih adalah pemberian kasih karunia, penyataan kasih penebusan dari Allah dalam Kristus. Meskipun kasih berasal dari Allah, bahkan Allah adalah kasih, tetapi dalam mengasihi manusia percaya itu harus sejatinya memiliki kasih itu. Mengasihi sesama berarti menemukan saudara dalam diri orang lain. la bukan sekedar objek kasih kita tetapi adalah saudara bagi kita. Kasih itu menimbulkan ketergantungan timbal balik antara yang mengasihi dan dikasihi. Kita tak dapat mengasihi sesama tanpa mengasihi Allah terlebih dahulu. Kasih itu adalah kerelaan saling memperlengkapi dan saling tergantung seperti pantasnya dalam sebuah keluarga.
Semen atau perekat yang mempersatukan kasih kita dengan yang dikasihi adalah kehangatan kasih kita secara pribadi. Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus itulah yang memberikan kehangatan bagi kasih satu terhadap yang lain dan kepatuhan setia pada hukum Tuhan.

Doa : (Dengan berdasarkan kasih-Mu: buatlah saya dapat mengevaluasi kasihku sendiri ya Tuhan)

H.J/SGRS

Sumber : Sabda Bina Umat Desember 2018 – Januari 2019