Sabda Bina Umat – Sabtu, 27 Oktober 2018

  • on 27/10/2018

Sabda Bina Umat – Sabtu, 27 Oktober 2018

Renungan Malam
KJ. 367 : 4,5 – Berdoa
DISAYANG ALLAH
Maleakhi 3 : 3 – 18

3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.
4. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.
5. Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam.
6. Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
7. Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
11. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
12. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.
13. Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
14. Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
15. Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga."
16. Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
17. Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
18. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

“Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti sesorang menyayangi anaknya yang melayani Dia”. (ay. 17)

Apakah Allah menyenangi kesetiaan dan ketekunan kita beribadah? Apakah Allah menyukai segala yang kita persembahkan dalam ibadah kepada-Nya? Pasti Allah senag! Tetapi yang lebih menyenangkan hati Allah adalah ibadah kepada-Nya dengan sungguh menjiwai dan mempengaruhi hidup kita, sehingga hidup ibadah yang benar menjadikan kita hidup dalam kebenaran dan kesetiaan bukan kemunafikan!
Firman TUHAn melalui Maleakhi menegaskan kepada umat juga kepada kita bahwa Allah menghendaki kita beribadah kepada-Nya dengan benar; dan ibadah kepada-Nya dengan benar mengubah serta memperbaharui hidup kita.sehingga hidup kita tidak menjadi hidup yang munafik! Yang kita katakan, pikirkan serta lakukan menjadi satu keutuhan dan dilandasi dengan kebenaran Allah. Mau hidup dengan firman TUHAN, serta firman TUHAN mengubah serta memperbaharui hidup sehari-hari dari umat Allah. Dan kita menjadi kesayangan-Nya.
Empat hari lagi, kita akan tiba pada satu moment penting dalam kehidupan kita bergereja, ber-GPIB, yaitu GPIB memasuki usia persekutuan, pelayanan dan kesaksian di tahun yang ke 70; bukankah GPIB merasakan kasih sayang TUHAN dalam perjalanan sepanjang 70 tahun itu? Oleh karenanya, saat ini, mari kita bersehati mengungkapkan syukur untuk karya kasih TUHAN bagi GPIB seraya memohon penyertaan dan tuntunan Allah untuk perjalanan ke depan, agar kita semua dalam bahtera GPIB terus menjadi kesayangan Allah.

Doa : (Ya Allah, terima kasih untuk kasih setia dan sayang-Mu bagi kami)

A.R.P/lph
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018