Sabda Bina Umat – Sabtu, 27 Oktober 2018

  • on 27/10/2018

Sabda Bina Umat – Sabtu, 27 Oktober 2018

Renungan Pagi
KJ. 367 : 1, 2 – Berdoa
PERSEPULUHAN, CUKUPKAN!
Maleakhi 3 : 6 – 12

6. Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
7. Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
11. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
12. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”. (ay. 10)

Salah satu hot topik dalam kehidupan berjemaat, dilingkup jemaat, lingkup Mupel maupun lingkup Sinodal adalah persepuluhan. “Bagaimana persepuluhan dijemaat kamu, lancar? Sesuai jumlahnya atau sewajarnya saja?” ini salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Ada lagi yang lain, “kenapa tidak serahkan persepuluhan ke gereja?” jawabannya “Nggaklah, saya tidak suka pendetanya. Lebih baik persepuluhan diserahkan ke tempat lain!”
Firman TUHAN yang disampaikan melalui nabi Maleakhi tentang persepuluhan, bukan soal angka! Bukan juga soal selera atauapalagi soal kemampuan memberi! Firman TUHAN menegaskan bahwa dalam ketidakbenaran hidup umat, kemunafikan serta pengkhianatan umat, TUHAN Allah tetap setia dan tidak berubah! TUHAN terus memberikan tuntunan-Nya, bimbingan-Nya serta pemeliharan-Nya sekalipun umat banyak berkhianat, munafik dan jahat serta menipu TUHAN. TUHAN Allah menghendaki umat beribadah kepada-Nya dengan benar, jujur dan dengan kerendahan hati! Dengan persepuluhan saja, Ia akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat!
TUHAN Allah tidak akan bertambah kaya karena persembahan kita, dan sebaliknya, Allah juga tidak akan miskin karena kurangnya persembahan yang kita sampaikan! Persepuluhan merupakan bukti janji iman kita bahwa kita dipelihara oleh Allah dengan kasih-Nya yang besar dan dahsyat. Kita membawa persepuluhan, kita menyatakan betapa dahsyatnya kasih dan berkat Allah bagi kita.

Doa : (Ya TUHAN, ajar kami mengerti akan dahsyatnya kasih dan berkat-Mu)

A.R.P/lph
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018