Sabda Bina Umat – Sabtu, 3 November 2018

  • on 03/11/2018

Sabda Bina Umat – Sabtu, 3 November 2018

Renungan Pagi
KJ. 466a : 1, 3 – Berdoa
TETAP DALAM KESATUAN
Efesus 4 : 1 – 8

1. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
4. satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
5. satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
6. satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."

“Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera”. (ay. 3)

Sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta, sekalipun jauh di mata dalam waktu yang lama, akan tetap memelihara keutuhan cinta mereka. Saling berkirim surat dan mendoakan dalam pengharapan oleh cinta, serta ikatan batiniah roh damai sejahtera.
Benar, pesan Paulus dalam bacaan pagi ini. Jemaat Tuhan harus tetap memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera Yesus Kristus, walaupun terpisah oleh tugas dan keadaan di manapun jemaat berada. Hal ini hanya dapat terwujud oleh karena jemaat telah hidup dalam persekutuan dan merasakan kasih Kristus melalui pelayanan yang tulus dan pembinaan dari para hamba Kristus yang tanpa pamrih.
Paulus telah lama berpisah jeuh dari jemaat Efesus karena memberitakan Injil, tetapi ikatan kasih dalam Roh damai sejahtera Kristus selalu terjalin dengan baik. Saling mendengar dan memantau keadaan masing-masing dari kejauhan dan surat pastoralnya merupakan buktinya.
Kasih bukan saja perasaan mengenal, atau adanya ikatan batin, tetapi juga wujud nyata kepedulian dalam hidup bersama, yaitu: rendah hati, lemah lembut, dan saling membantu satu sama lain (ay.2).
Kasih itu mengikat persatuan , tetap menjadi satu atau dalam kesatuan. Kalau ntidak ada kasih, tidak ada pula rasa rendah hati, lemah lembut, dan saling menolong, tetapi yang terjadi adalah egois, perselisihan dan segala kekacauan yang mempermalukan persekutuan.

Doa : (Tolong kami ya Tuhan, memelihara kesatuan dalam Roh)

J.P.T/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018