Sabda Bina Umat – Senin, 19 November 2018

  • on 19/11/2018

Sabda Bina Umat – Senin, 19 November 2018

Renungan Malam

  1. GB. 68 : 1 – Berdoa

KARAKTER YANG TERBENTUK DARI INGATAN AKAN MASA LALU

Ulangan 24 : 10 – 22

 

  1. Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya.
  2. Haruslah engkau tinggal berdiri di luar, dan orang yang kauberi pinjaman itu haruslah membawa gadai itu ke luar kepadamu.
  3. Jika ia seorang miskin, janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya;
  4. kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.
  5. Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu.
  6. Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.
  7. Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.
  8. Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.
  9. Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini.
  10. Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.
  11. Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
  12. Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
  13. Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini."

 

“Haruslah kau ingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana” (ay. 18)

 

Masa lalu sering dengan mudah dilupakan. Tetapi Allah justru mengingatkan bangsa Israel untuk mengingat masa lalu mereka. Dari semua peristiwa yang terjadi dimasa lalu, Allah mengingatkan bangsa Israel agar tidak melupakan bagaimana Allah membebaskan dan menebus mereka ketika mereka sebagai budak di tanah Mesir.

Ingatan akan pembebasan dan penebusan tidak berhenti hanya pada nostalgia dengan cerita dan kenangan masa lalu, Allah mendorong mereka lebih dalam lagi. Ingatan akan masa lalu itu harus membentuk perilaku mereka dalam bersikap terhadap orang lain secara khusus kepada orang miskin, orang yang menderita, anak yatim, janda dan orang asing. Ingatan akan pembebasan dan penebusan Allah harus membentuk karakter pembebas dan penebus dalam setiap pribadi bangsa Israel. Karakter pembebas terhadap mereka yang lemah ditunjukkan ketika mereka berhadapan dengan proses gadai dengan mereka yang lemah, ketika memperkerjakan mereka yang lemah. Demikian juga ketika mereka menikmati hasil panen, haruslah memberi sebagian untuk dinikmati mereka yang lemah.

Jika demikian maka dalam kehidupan kita orang yang percaya yang telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan lalu di dalamnya kita mengalami pengalaman iman yang perlu direnungkan sungguh-sungguh. Bisa jadi Tuhan membentuk karakter kita untuk menjadi pembebas bagi yang lemah. Atau, Tuhan menghendaki kita melanjutkan pembebasan Tuhan yang tidak berhenti pada diri kita. Jika Tuhan membentuk kita sedemikian maka Tuhan akan memampukan kita menjadi berkat bagi orang lain. Jika kita telah merasakan sukacita didalam Tuhan marilah munculkan rasa itu kembali bagi mereka yang telah kehilangan rasa itu. Jangan pernah lupakan karya Tuhan dalam kehidupan kita.

 

Doa: (Tuhan jadikan kami sebagai pembebas bagi mereka yang lemah, jadikan kami sebagai pemelihara kehidupan seperti yang telah Tuhan lakukan pada kami)

S.S / SGRS

Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018