Sabda Bina Umat – Selasa, 13 November 2018

  • on 13/11/2018

Sabda Bina Umat – Selasa, 13 November 2018

Renungan Pagi
KJ.439 : 1 – Berdoa

MENJADI BERKAT DI TENGAH PENDERITAAN
2 Korintus 8 : 1 – 7

8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
8:6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.
8:7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, -- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami -- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

“Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagi penderitaan,sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya akan kemurahan” (ayat 2)

Pada umumnya ketika seseorang berada dalam pergumulan dan menderita, maka perhatian orang tersebut akan terserap habis dalam menghadapi dan mencari jalan keluar dari pergumulan dan penderitaan tersebut. Itulah sebabnya sering terdengar lontaran ucapan-ucapan: “Kami saja sedang susah, bagaimana mungkin kami bisa membantu…”, “Maaf, untuk sementara kami tidak bisa ikut kegiatan gereja karena ada masalah di rumah…” dan masih banyak lagi ucapan lainnya yang menandakan betapa berat pergumulan yang dihadapi. Sangat manusiawi.

Bacaan firman TUHAN saat ini tentang sebuah sikap hidup jemaat-jemaat di Makedonia yang sekalipun berada dalam penderitaan, namun masih bersedia memberi diri mengambil bagian dalam pelayanan dan menjadi berkat dalam pelayanan tersebut: “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan” (ayat 2).

Hal apa yang melatarbelakangi jemaat-jemaat di Makedonia mampu menjadi berkat sekalipun mereka berada dalam penderitaan berat? Mari perhatikan kalimat: “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap…” Kata “sukacita meluap” hendak menjelaskan sikap hidup mereka yang senantiasa bersyukur sekalipun diperhadapkan dengan penderitaan. Sikap hidup jemaat yang senantiasa bersyukur tersebut semakin diperjelas didalam kalimat selanjutnya, sekaligus sebagai kalimat penjelas sikap situasi dan kondisi jemaat “… dan meskipun mereka sangat msikin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” Mereka miskin, namun kaya dalam kemurahan (Liberality = kemurahan hati).

Hari ini saudara diajak menyikapi segala penderitaan dengan tetap bersukacita, bersyukur dan tetap memiliki kemurahan hati. Hal ini dimaksudkan agar sekalipun saudara berada di tengah berbagai penderitaan, saudara tetap menjadi berkat bagi pelayanan gereja TUHAN, bagi sesama dan bagi para pelayan TUHAN.

Doa : (TUHAN, kami bersedia menjadi berkat dalam segala situasi)

RJMW/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018