Sabda Bina Umat – Selasa, 23 Oktober 2018

  • on 23/10/2018

Sabda Bina Umat – Selasa, 23 Oktober 2018

Renungan Malam
KJ. 353 : 1 & 2 – Berdoa
BERIBADAHLAH DENGAN SEGENAP HATI
1 Samuel 12 : 20 – 25

20. Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.
21. Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.
22. Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya?
23. Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.
24. Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
25. Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."


“Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu (ay. 24)

Pada setiap hari Minggu, banyak orang Kristen ke gereja; tetapi sungguh sedikit yang bergereja. Loh, apa bedanya?
Ya, banyak yang ke gereja dan yang ke gereja banyak yang datang dengan kepentingannya, kesibukannya, urusannya, sehingga akhirnya yang dilakukan hanya memindahkan tubuhnya dari rumahnya ke gedung gereja. Ibadah yang diikuti dan dilakukan hanya sebatas rutin saja; dengan kata lain, banyak orang Kristen yang beribadah tidak dengan segenap hati. Berbeda dengan orang Kristen yang bergereja, ia tidak hanya datang ke gereja, tetapi juga ia sudah menyiapkan diri, menyediakan waktu untuk betul-betul beribadah dan dijumpai oleh TUHAN melalui ibadah yang dilakukan. Orang yang bergerej, adalah orang yang kalau waktu khotbah tidak mengantuk dan ketiduran, yang beribadah membawa dan menyiapkan semua, mulai dari pakaian, Alkitab, uang persembahan dan yang lain-lainnya. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bisa, karena orang seperti ini sadar benar akan berharganya beribadah kepada TUHAN, betapa berharganya dijumpai oleh TUHAN dan mendengar akan firman-Nya. Karena hanya dengan firman-Nya, maka hidup yang dijalani dapat dijalani dengan baik dan berkenan kepada Allah.
Beribadah kepada TUHAN semestinya dilakukan dengan segenap hati; karena dengan kegenapan hati, maka kita akan membuka hati untuk menyambut kehadiran-Nya, untuk menerima firman-Nya dan melakukan segala kehendak-Nya. Beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hati.

Doa: (Ya TUHAN, terima kasih untuk anugerah dijumpai oleh Engkau melalui ibadah yang kami lakukan)

A.R.P/lph
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018