Sabda Bina Umat – Selasa, 23 Oktober 2018

  • on 23/10/2018

Sabda Bina Umat – Selasa, 23 Oktober 2018

Renungan Pagi
KJ.441 : 1 – Berdoa

KESADARAN, KESEDIAAN, KESETIAAN
1 Samuel 12 : 11 – 19

12:11 Sesudah itu TUHAN mengutus Yerubaal, Barak, Yefta dan Samuel, dan melepaskan kamu dari tangan musuh di sekelilingmu, sehingga kamu diam dengan tenteram.
12:12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon, mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu.
12:13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu,
12:14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu!
12:15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu.
12:16 Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini.
12:17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu."
12:18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel.
12:19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa kami dengan kejahatan ini."

“Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel.”

(ayat 18)

Sangat jarang Samuel melakukan tindakan yang fenomenal dalam tugas kepemimpinannya atas Israel; namun, disaat ia akan undur dari kepemimpinannya, ia mengingatkan Israel akan perilaku para pendahulu Israel yang telah melakukan banyak kekeliruan bahkan penyimpangan yang menyakiti hati TUHAN (ayat 11-12). Samuel membukakan kepada orang Israel bahwa perilaku menyimpang dan tidak benar, lahir dari sikap hati yang bertentangan dengan TUHAN.
Perilaku menyimpang itu semakin nyata ketika para pendahulu Israel jatuh dalam keangkuhan dan mengabaikan TUHAN bahkan mengkhianati TUHAN. Pelajaran dari sejarah ini, membuat orang Israel sadar akan siapa mereka di hadapan TUHAN; mereka tidak dapat mengabaikan berbagai kekeliruan dan penyimpangan dari para pendahulu mereka. Samuel mengajak umat Israel untuk membangun kesadaran baru yang dilandaskan pada takut akan TUHAN. Kesadaran yang tumbuh atas dasar kebenaran firman TUHAN akan melahirkan kesediaan untuk melakukan kebenaran firman TUHAN dan dari kesediaan tersebut akan melahirkan kesetiaan kepada TUHAN. Samuel mengajak umat untuk membuka lembaran baru untuk hidup sedia dan setia kepada TUHAN sebagaimana TUHAN lebih dulu dan senantiasa setia bagi umat-Nya.
Kesadaran, kesediaan dan kesetiaan kita sebagai pribadi, keluarga dan persekutuan jemaat yang dibangun atas dasar takut akan TUHAN dan kebenaran firman-Nya akan membentuk hidup kita yang berkenan di hadapan-Nya, jujur, murni dan tulus serta tidak munafik.

Doa : (Ya Tuhan, berikanlah kami sikap hati yang tulus dan murni sehingga hidup kami berkenan di hadapan-Mu)

A.R.P/lph
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018