Sabda Bina Umat – Selasa, 27 November 2018

  • on 27/11/2018

Sabda Bina Umat – Selasa, 27 November 2018

Renungan Malam
KJ. 424 : 1 – Berdoa
MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN
1 Petrus 2 : 7 – 10

7. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
8. Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (ay. 9)

Kehadiran orang percaya ditengah-tengah dunia bukanlah suatu kebetulan atau tanpa sebuah tujuan. Tuhan menempatkan kita di bumi dengan maksud dan tujuan yang sangat mulia, yang dalam bahasa kitab Kejadian sebagai mandataris Allah atau imago Dei. Dan dalam bahasa surat I Petrus 2:9 kita adalah umat pilihan Tuhan: dipilih, dikhususkan dan dipanggil untuk rencana-Nya yang indah yaitu “…supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari dia”.
Oleh karena itu kita tidak boleh asal-asalan menjalani hidup kekristenan kita. Sebab “kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” (ay.10). Kita yang dulunya berada dalam kegelapan kini telah dipindahkan ke dalam terang-Nya yang ajaib; kita yang dulunya adalah hamba dosa kini menjadi hamba kebenaran (lih Rom 6:17-18); status kita pun berubah menjadi anak-anak Allah. “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah,” (lih Roma 8:17); itu semua karena pengorbanan Kristus diatas kayu salib!.
Hidup yang sesuai dengan panggilan Tuhan berarti hidup yang seturut kehendak dan rencana Tuhan. Apabila kita telah dipilih sedemikian rupa oleh Allah, maka seharusnya kita menjalani setiap profesi kita sebaik mungkin, apapun itu, dengan memanfaatkan segala karunia dan talenta yang Dia anugerahkan. Jangan sampai kita berfikir bahwa kita cukup menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Dia ingin kita selalu melakukan yang terbaik

Doa: (Ya Tuhan, mampukan kami menjalani hidup yang Tuhan percayakan seturut dengan kehendak-Mu agar setiap pekerjaan yanng kami lakukan adalah yang terbaik)

E.M / SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018