Sabda Bina Umat – Selasa, 30 Oktober 2018

  • on 30/10/2018

Sabda Bina Umat – Selasa, 30 Oktober 2018

Renungan Malam
KJ. 231 : 1, 2 – Berdoa
PELAYAN YANG LEMAH LEMBUT
2 Timotius 2 : 23 – 26

23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
25. dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
26. dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

“seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah kepada semua orang” (ay. 24)

Menjadi pelayan gereja (hamba Tuhan) adalah melakukan pekerjaan mulia untuk Tuhan. Yang bersedia, bukan saja layak bagi Tuhan, tetapi juga harus hidup menyanngkal diri (bebas polusi dari keinginan nafsu duniawi)
Salah satu syarat diungkapkan dalam bacaan kita malam ini ialah pelayan (hamba Tuhan) harus menyangkal diri alias “tidak boleh bertengkar satu sama lain (Dengan sesamanya), tetapi harus lemah lembut adalah sikap moral yang sabar, rendah hati, menahan diri dan etis yaitu menghargai dan menghormati sesamanya. Dengan sikap itu, Tuhan memakai dia untuk menuntun orang yang suka melawan, berubah sadar, bertobat dan menjadi baik. Kepribadiannya membawa berkat bagi sesama untuk mengenal keselamatan sejati.
Sebaliknya, pelayan (hamba Tuhan) yang lancang mulut dan ringan tangan, Tuhan memandangnya tidak layak, dia akan memperoleh murka Tuhan atas perbuatannya yang tidak patut dan menggusarkan umat Tuhan. Hal ini pernah terjadi pada Musa. Akibatnya, ia tidak diizinkan oleh Tuhan masuk tanah perjanjian, karena dosa pertengkaran dengan umat Tuhan, mengenai air minum dan makanan (Bil.27:12-14 dan Ul.3:26-27).
Hal yang sam aakan dilakukan Tuhan bagi pelayan yang suka bertengkar dengan sesamanya dan umat Tuhan. Para pelayan (hamba Tuhan) milikilah cara hidup yang baik, sabar dan rendah hati. Biarlah Tuhan yang mengutus saudara bertindak membalas kejahatan orang kepada saudara, dan saudara akan masuk perhentian yang dijanjikan Tuhan setelah berjerih lelah, sebagai upahmu.

Doa: (Tuntunlah saya Tuhan, menjadi hamba yang berkenan padaMu)

J.P.T / jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018