Sabda Bina Umat – Selasa, 6 November 2018

  • on 06/11/2018

Sabda Bina Umat – Selasa, 6 November 2018

Renungan Pagi
KJ. 299 – Berdoa

HIDUP YANG MENGUCAP SYUKUR
Yesaya 12 : 1 – 3

12:1 Pada waktu itu engkau akan berkata: "Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.
12:2 Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku."
12:3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.

“Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku”

(ayat 1)

Banyak orang memahami rasa syukur hanya karena Tuhan baik bagi hidup mereka. Dan cara Tuhan memperlihatkan kebaikan itu seperti yang mereka pikirkan, semua baik-baik saja, tidak ada masalah. Kalaupun ada masalah bisa diselesaikan secepat mungkin seperti membalikkan telapak tangan. Tidak banyak orang yang dapat menerima bahwa Tuhan baik, jika cara Tuhan bekerja untuk kebaikan umat-Nya tidak sesuai dengan keinginan diri. Jika tidak seperti yang diinginkan, maka itu bukan untuk kebaikan, padahal Tuhan dapat memakai cara apa saja dalam bertindak untuk kebaikan yang dikasihi-Nya.

Yesaya bersaksi bagaimana cara Tuhan memperlihatkan kebaikan-Nya yang bisa saja berbeda dengan keinginan dan harapan umat-Nya. Tujuan dapat menjadi hal yang sangat penting bagi kebanyakan orang, dan proses untuk mencapai tujuan bukan menjadi sesuatu yang penting, sehingga orang dapat memakai cara apa saja untuk mencapai tujuan. Bahkan ada yang menolak berproses, tetapi langsung melompat pada tujuan. Ada yang mempunyai masalah dalam hidup, tidak mau menjalani proses penyelesaian masalah, tetapi maunya masalah langsung selesai, padahal ia tahu bahwa semua ada proses yang harus dilewati. Mengikuti cara Tuhan sekalipun berat, tetapi kemudian umat akan mengetahui tujuan akhir.

Umat Israel harus menjalani masa-masa kelam dalam hidup mereka, karena dosa. Ketika mereka taat menjalani proses didikan Tuhan melalui pembuangan, mereka akan dipulihkan dan kembali hidup dalam kebaikan Tuhan. Yesaya bersaksi, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.” Umat harus menjalani proses didikan Tuhan karena perbuatan mereka, tetapi ketika mereka berproses menerima bagian mereka dan setia sampai akhir, mereka dipulihkan. Maka umat akan memahami bahwa bukan hanya karena mereka sudah diselamatkan mereka bersyukur, tetapi karena mereka mau diubah dan dipulihkan Tuhan dengan menjalani proses, mereka tetap bersyukur.

Doa : ( Ajar kami ya Tuhan untuk mempraktekkan kehidupan yang dipenuhi rasa syukur kepada-Mu)

N.L.N/jm

Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018