Sabda Bina Umat – Senin, 12 November 2018

  • on 12/11/2018

Sabda Bina Umat – Senin, 12 November 2018

Renungan Pagi
KJ.433 : 1 – Berdoa

CARA HIDUP UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA
Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

“…semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta milliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing” ( ayat 44-45 )

Cara hidup setiap orang dalam mengarungi lautan samudera kehidupan sudah pasti berbeda-beda. Ada yang berorientasi pada kepentingan diri sendiri atau kelompok, tetapi ada pula yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Demikian halnya cara hidup sebuah jemaat. Ada yang berorientasi pada kepentingan jemaat sendiri dan tidak memikirkan jemaat lainnya, tetapi ada juga yang berorientasi pada kepentingan bersama sebagai sebuah jemaat, baik ditingkat regio dan mupel, maupun sinodal.

Bacaan firman TUHAN saat ini, mengemukakan tentang cara hidup jemaat yang berorientasi kepada kepentingan bersama. Hal ini diperlihatkan dalam perikop bacaan di pagi hari ini: “…mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti…, semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing “ (ayat 42b-45).

Semangat yang tergambar pada tindakan yang melembaga dalam sikap dan cara hidup jemaat yang berorientasi pada kepentingan bersama dilatarbelakangi oleh keinginan kuat jemaat pertama (jemaat mula-mula) untuk: “memberi diri dibaptis (ayat 41), bertekun dalam pengajaran dan, berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (ayat 42).”

Bagaimana dengan saudara? Sudahkah memiliki cara hidup seperti jemaat mula-mula yang berorientasi pada kepentingan bersama dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan jemaat? Atau mungkin –sampai saat ini- masih ada keberatan-keberatan dalam hati saudara untuk hidup berorientasi pada kepentingan bersama?

Memulaikan seluruh aktifitas hari ini, maka serahkanlah seluruh hidup, rencana kerja dan pelayanan kepada TUHAN, bertekunlah dalam persekutuan umat TUHAN dan dalam pengajaran firman TUHAN serta senantiasalah berdoa. Belajarlah untuk hidup berorientasi pada kepentingan bersama.

Doa : (TUHAN, mampukan kami mengutamakan kepentingan bersama)

RJMW/jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober-November 2018