Sabda Bina Umat – Senin, 19 November 2018

  • on 19/11/2018

Sabda Bina Umat – Senin, 19 November 2018

Renungan Pagi
GB. 116 : 1-2 – Berdoa

JANGAN MENGINGINI YANG DIMILIKI SESAMA
Keluaran 20 : 17

20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, … (ayat 17)

Kita mengetahui bahwa 10 perintah dalam Keluaran 20 : 1 -17 mengatur manusia dalam relasi dengan Tuhan (Kel.20 : 3 -11 ) dan relasi manusia dengan sesama (Kel.20:12-17). Relasi antar sesama manusia khususnya tentang apa yang dimiliki oleh orang lain harus diatur. Kata “mengingini” (Ibrani : Khawad) berarti keinginan atau kesenangan. Kata “mengingini” bukan sekedar keinginan tetapi melibatkan rasa senang atau menjadi senang ketika mengambil milik orang lain. Kesenangan demikian berasal dari egoisme yaitu dorongan mencari keuntungan diri sendiri.

Hubungan manusia dengan sesama tidak bisa dibangun dengan kesenangan dan keuntungan diri sendiri. Allah menghendaki hubungan dengan sesama dibangun dengan menghargai dan menghormati sesama. Cara menghargai dan menghormati sesama yang Allah kehendaki adalah dengan tidak menjadi senang ketika mengambil milik orang lain. Penghargaan akan milik orang lain adalah bentuk penghormatan kepada orangnya dan sekaligus wujud kasih kita kepada Allah. Seperti kata Yesus tentang “hukum yang sama dengan itu” yaitu kasih kepada Allah adalah juga kasih kepada sesama manusia seperti diri sendiri. Dengan kata lain pengajaran Yesus tentang diri sendiri dan orang lain adalah bentuk lain dari penghargaan yang menempatkan orang lain sama pentingnya atau setara dengan diri kita sendiri. Orang lain menjadi setara dan harus dihargai dan dihormati, demikianlah kita memenuhi hukum Tuhan.

Mazmur 128 : 2 berkata “Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!”. Pemazmur memberi kita petunjuk untuk memperoleh kesenangan atau kebahagiaan yaitu dengan “memakan hasil jerih payah tanganmu”. Teruslah melatih diri menggerus egoisme dengan bekerja, berusaha dan menikmati hasil kerja dan usaha itu dari situlah kita belajar arti “memiliki”.

Doa : ( Tuhan ajarkan kami menghargai orang lain dan apa yang mereka miliki sama seperti kami menghargai apa yang kami miliki, semua untuk kemuliaan Tuhan)

S.S/SGRS
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018