Sabda Bina Umat – Senin, 22 Oktober 2018

  • on 22/10/2018

Sabda Bina Umat – Senin, 22 Oktober 2018

Senin, 22 Oktober 2018
Renungan Malam
KJ. 454 : 1 & 2 – Berdoa
TIDAK MUNAFIK BERARTI SETIA
1 Samuel 12 : 6 – 10

12:6 Lalu berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Tuhanlah saksi, yang mengangkat Musa dan Harun dan yang menuntun nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir. 
12:7 Maka sebab itu, berdirilah supaya aku bersama-sama dengan kamu berhakim di hadapan TUHAN mengenai segala perbuatan keselamatan TUHAN yang telah dikerjakan-Nya kepadamu dan kepada nenek moyangmu. 
12:8 Ketika Yakub datang ke Mesir dan nenek moyangmu berseru-seru kepada TUHAN, maka TUHAN mengutus Musa dan Harun, yang membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir, dan membiarkan mereka diam di tempat ini. 
12:9 Tetapi mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan Sisera, panglima tentara di Hazor, dan ke dalam tangan orang Filistin dan raja Moab, yang berperang melawan mereka. 
12:10 Mereka berseru-seru kepada TUHAN, katanya: Kami telah berdosa, sebab kami telah meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada para Baal dan para Asytoret; maka sekarang lepaskanlah kami dari tangan musuh kami, maka kami akan beribadah kepada-Mu.

“Lalu berkatalah Samuel kepada bangsa itu: “TUHANlah saksi, yang mengangkat Musa dan Harun dan yang menuntun nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir.” (ay. 6)

Banyak orang dapat mengungkapkan kegelisahan, seruan dan juga janjinya kepada TUHAN; tetapi sedikit orang berterima kasih ketika kegelisahan dan seruannya dijawab TUHAN, serta sedikit orang juga yang menepati janjinya kepada TUHAN.
Samuel, sebagai pemimpin Israel, mengingat dan meneguhkan orang Israel yang dengan lantang mengatakan bahwa “TUHANlah saksi bagi mereka dan Samuel” (ayat 5). Samuel mengingatkan bahwa TUHAN telah senantiasa menjadi saksi bagi umat-Nya; dan TUHAN setia! Yang menjadi persoalan adalah justru pada pihak (nenek moyang) Israel yang tidak setia, “Tetapi mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, … Kami telah berdosa, sebab kami telah meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada para Baal dan para Asytoret;…” (ayat 9-10). Umat Israel diingatkan oleh Samuel, bahwa ketidakbenaran hidup nenek moyang mereka pada masa lalu terjadi karena mereka hidup dalam kemunafikan! Mereka susah dan menderita kepada TUHAN, dan ketika mereka sudah hidup dalam kenyamanan mereka mengkhianati janji-janji mereka dan beribadah dalam ketidaksetiaan. Samuel mengingatkan agar umat Israel hidup dalam kesetiaan dan itu berarti hidup dengan tidak munafik, bukan hanya dihadapan manusia tetapi lebih utama di hadapan TUHAN.
Menutup hari, kita datang dalam kerendah hati di hadapan TUHAN yang setia, yang tidak pernah jenuh dan jauh dari hidup kita. Kita mohon tuntunan-Nya agar kita selalu disempurnakan dalam hidup yang setia di hadapan-Nya.

Doa: (Ya TUHAN, sempurnakanlah setiap ibadah kami dalam kebenaran-Mu dan kehendak-Mu)

A.R.P/lph
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018