Sabda Bina Umat – Senin, 29 Oktober 2018

  • on 29/10/2018

Sabda Bina Umat – Senin, 29 Oktober 2018

Renungan Malam
KJ. 62 : 1, 3 – Berdoa
SIKAP BERTOLAK BELAKANG
3 Yohanes 1 : 9 – 12

9. Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
10. Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
11. Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
12. Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

“Diotrefes … tidak mau mengakui iman, … Tentang Demetrius, semua orang memberi kesaksian yang baik”            (ay. 9, 12)

Suatu kenyataan dalam hidup ini, banyak orang mengaku beragama, tetapi tidak semua orang beroleh iman untuk hidup dalam ketulusan kasih Tuhan. Ada Korah dkk yang menentang kepemimpinan Musa. Ada Yudas yang menjual Yesus, dan masih banyak lagi yang lainnnya.
Dalam bacaan malam ini, Penatua Yohanes juga mengungkapkan hal itu. Para penginjil yang keliling Asia kecil dan singgah di rumah Gayus, mereka melaporkan situasi jemaat. Ada Diotrefes, yang menghasut umat agar menolak para hamba Kristus itu. Diotrefes ingin tampil sebagai pemimpin umat, tetapi bersikap sebagai provokator, tidak bersahabat, ia juga tidak memiliki kasih dan kelemah lembutan serta rasa persaudaraan terhadap para hamba Tuhan.
Penatua Yohanes mengatakan bahwa ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Tuhan dan umat-Nya. Di lain pihak, ada Demetrius yang sikapnya bertolak belakang dengan Diotrefes. Ia lemah lembut, penuh kasih dan menyejukkan hati para hamba Kristus itu. Demetrius mempunyai kesaksian yang sangat baik dan talenta sebagai pemimpin umat.
Banyak orang berambisi menjadi pemimpin, tetapi moral dan kepribadiannya bertolak belakang dengan kepemimpinan. Terlebih kepemimpinan umat yang didasarkan pada pengakuan iman. Pemimpin harus bersikap lemah lembut, mengasihi dan bersahabat dengan siapapun, sebab pekerjaannya membawa umat kepada keselamatan dalam Yesus Kristus. Sikap kepemimpinan umat yang baik juga menentukan kesuksesan misinya.

Doa: (Tuhan, tolong saya menghindari sifat egois dan kejahatan)

J.P.T / jm
Sumber : Sabda Bina Umat Oktober – November 2018